Indeks Tulisan

Dulu Tim Mawar Kopassus, Kini Jenderal
Empat perwira anggota Tim Mawar Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD sukses menjadi jenderal di tahun 2016. Tiga di antaranya pernah dipecat dari TNI pada persidangan di Mahmilti tahun 1999 dalam kasus penculikan aktivis di penghujung rezim Orde Baru.

"Mengandalkan Bisnis Bodyguard Bisa Kolaps"
Bisnis jasa keamanan mulai berkembang di Indonesia. Berdasarkan data Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (Abujapi), di Jakarta saja ada lebih dari 1.000 perusahaan yang bergerak di bidang ini.
Bodyguard: Somatophylax, Samurai, Hingga Centeng Betawi
Keberadaan bodyguard ternyata sudah ada sejak Kerajaan Yunani Kuno. Sementara di Jepang, peran bodyguard dijalankan oleh para Samurai. Sedangkan di Jakarta tempoe doeloe, peran pengamanan dilakukan oleh centeng.
Kepercayaan Publik dan Kemenangan Bandar
Mantan Deputi Pemberantasan Narkoba Badan Narkotika Nasional (BNN), Inspektur Jenderan Purnawirawan Benny Mamoto terkejut mendapat kabar intelijen bahwa ada penyelundupan narkotika jenis ekstasi yang menggunakan koperasi milik Badan Intelejen dan Strategi (BAIS) TNI di Pelabuhan Tanjung Priok. Inilah awal kasus Fredi Budiman dimulai.
Kendali Narkoba dari Balik Penjara
Para bandar narkoba yang telah divonis hukuman mati, ternyata masih bisa menjalankan bisnis dari balik penjara, bahkan dari Pulau Nusakambangan. Para bandar terpidana mati bahkan lebih nekat karena sudah pasrah tanpa beban.

"Perang Tarif Sebenarnya Wajar"
PT Go-Jek Indonesia belum lama ini didemo oleh para drivernya. Penyebabnya, Gojek mengeluarkan aturan baru dengan menurunkan tarif dan menambah sistem penilaian kinerja para driver. Adakah solusi dari persoalan yang bakal terulang semacam ini?
Manuver Tarif Gojek
Gojek kembali bermanuver. Perusahaan yang mendeklarasikan diri sebagai karya anak bangsa itu kembali bermain-main dengan tarif. Kini gara-gara tarif itu dia berusuran dengan para driver yang juga merupakan mitra kerja.
"Soekarno Itu Suka Mengkredit Lukisan"
Setiap istana, di negara mana pun, pastilah dihiasi karya seni. Mulai dari lukisan, patung, diorama dan masih banyak lagi. Semua benda seni pajangan di istana, tentu bukan karya sembarangan. Sebagian besar memiliki nilai sejarah dan berkualitas ciamik.

Seni Menyembuhkan Luka Sejarah
Untuk pertama kalinya, lukisan koleksi istana dipamerkan ke publik atas inisiatif Presiden Jokowi. Sebanyak 28 lukisan hasil karya 21 pelukis dipajang. Sebagian pelukis seniman Lekra.
Rezim Seni di Istana, Beda Soekarno Beda Soeharto
Sebagai pecinta keindahan, Presiden Soekarno menjejali istana dengan berbagai karya seni untuk menunjukkan citra diri sebagai bangsa yang agung. Tercatat sebanyak 2000-an lukisan menjadi koleksi negara di masa Soekarno. Sayangnya, banyak lukisan koleksi negara itu yang kini hanya teronggok di gudang.
Masuk tirto.id






