Kami menggunakan cookie untuk mengumpulkan dan menyimpan informasi tentang interaksi Anda dengan situs web Kami. Kami juga membagikan informasi penggunaan situs Kami oleh Anda dengan mitra iklan dan analitik. Data interaksi tersebut akan Kami gunakan sebagai bahan analisa untuk membuat produk/layanan terbaik sesuai preferensi pengguna.
Indeks Tulisan

Folke Bernadotte Dibunuh karena Jadi Mediator Israel-Palestina
Pria asal Swedia ini dibunuh oleh organisasi bawah tanah Yahudi bernama Lohamei Herut Israel (LEHI), dua hari setelah ia menyerahkan Bernadotte Plan ke PBB.

Rakyat Miskin dan Pengangguran Sengaja Dipelihara Negara?
Masalah kemiskinan di negara berkembang tak kunjung terselesaikan, bahkan cenderung makin memburuk. Benarkah hal itu disengaja demi kepentingan politik?

Dari Cina sampai India: Mereka yang Menulis Ulang Sejarah Negara
Merevisi narasi sejarah dan menjadikannya sebagai sumber resmi tunggal sempat dilakukan Cina, Korsel, Jepang, dan India. Semuanya tak lepas dari kekerasan.

Melarungkan Anthony Reid dengan Angin dan Laut Asia Tenggara
Pendekatan yang ditempuh Anthony Reid sebagai metode adalah sejarah total. Dia hampir menulis seluruh aspek sejarah peradaban di Asia Tenggara.

Nasi, Menu yang Selalu Dipesan Pemerintah Urusan Pangan
Nasi seperti anak emas. Setiap kali muncul kebijakan kedaulatan pangan, nasi dipampang di depan, diunggulkan. Begitu juga ketika proyek MBG dijalankan.

Beasiswa untuk Pelajar Indonesia dari Masa ke Masa
Sepanjang sejarah, beasiswa kerap menjadi alat kepentingan legitimasi pemerintah dan organisasi politik tertentu.

Kisah Tragis Mat Sam, Penemu Intan yang Dirampok Pemerintah
Intan yang ditemukan Mat Sam dan kawan-kawannya sesama pendulang akhirnya "diamankan" pemerintah, sementara mereka tak mendapat kompensasi yang layak.

Saat Amunisi Tahi Menghalau Serbuan Mataram ke Batavia
Mataram menelan kekalahan memalukan saat menyerbu Batavia. Salah satunya karena "amunisi" tahi yang dilemparkan tentara Kompeni dari dalam benteng.

Sukarno, Aktor dalam Film Propaganda Jepang tentang Romusa
Sukarno mengakui bahwa dia yang mengirim para romusa berlayar menuju kematian. Namun menurutnya, langkah itu ditempuh demi kemaslahatan yang lebih besar.

Teror Bom saat Yogya Kembali, Cara Komunis Menggebah Belanda?
Saat proses pengembalian Yogyakarta setelah Perjanjian Roem-Royen, kaum komunis lewat "Bagian Gorila PKI" melakukan sejumlah teror untuk mengusir Belanda.
Masuk tirto.id







