Australia Dukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum di Desa

Oleh: Dipna Videlia Putsanra - 7 Desember 2018
Dibaca Normal 1 menit
Sejak program PAMSIMAS diluncurkan, Pemerintah Australia telah menyalurkan dana hibah sebesar 124 juta dolar Australia.
tirto.id - Deputy Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia, Allaster Cox menyatakan Pemerintah Australia mendukung pengembangan sistem penyediaan air minum di perdesaan.

Hal itu ia sampaikan saat mengunjungi lokasi Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Desa Payakabung Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (6/12/2018).

PAMSIMAS merupakan program Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan jumlah penduduk perdesaan dan pinggiran kota untuk mendapatkan akses layanan air minum dan sanitasi.

Ketika ditanya apa yang akan dilakukan Pemerintah Australia ke depan, Duber menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung program PAMSIMAS di Indonesia dalam mewujudkan 100 persen akses aman air minum dan sanitasi yang layak.

“Masih ada dana jutaan dolar Australia dalam bentuk trust fund yang akan disalurkan pada program PAMSIMAS ke depan. Kami akan terus lanjutkan program PAMSIMAS, karena masih ada ribuan desa di Indonesia yang perlu ditingkatkan akses air minum dan sanitasi nya,” tambah Allaster.

Sejak program PAMSIMAS diluncurkan pada 2009, Pemerintah Australia melalui DFAT (Departement of Foreign Affairs and Trade) telah menyalurkan dana hibah sebesar 124 juta dolar Australia.

Dana DFAT telah berperan penting dalam pengembangan program berkelanjutan, dan berperan dalam peningkatan dana PAMSIMAS. Hibah digunakan untuk membangun fasilitas air dan sanitasi perdesaan di desa-desa terpilih, inovasi percontohan dalam teknologi, kegiatan pengembangan kapasitas, dan meningkatkan kesadaran tentang pembangunan yang inklusif disabilitas.

Pilot desa yang inklusif disabilitas (2017) telah direplikasi di 10.000 desa lainnya. Dubes juga menyampaikan terima kasih atas kepemimpinan yang baik yang ditunjukan oleh Kepala Desa dan para pimpinan informal masyarakat lainnya seperti KP-SPAMS, sehingga program PAMSIMAS di Desa Payakabung dan Sumatera Selatan berjalan baik dan bermanfaat.

Kunjungan ke lokasi desa PAMSIMAS (program 2013) dimaksudkan unuk mempelajari pengalaman para pelaku program PAMSIMAS dalam mengadopsi pendekatan program PAMSIMAS dan mengamati manfaat yang diterima oleh masyarakat, serta melakukan diskusi dengan masyarakat, pengelola air minum (KP-SPAMS), fasilitator dan pemerintah daerah setempat.

Dalam kunjungannya ia didampingi Task Team Leader Bank Dunia-Program PAMSIMAS, George Soraya, Ketua CPMU Program PAMSIMAS, Tanozisochi Lase, Asisten Bupati Ogan Ilir, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kab. Ogan Ilir, Camat, dan sebagainya.

Joni Hermantu, Ketua KKM (Kelompok Keswadayaan Masyarakat) PAMSIMAS Desa Payakabung Th 2013, yang kini menjadi Ketua Asosiasi KP-SPAMS Kabupaten Ogan Ilir menyampaikan, saat program PAMSIMAS masuk ke desa tahun 2013 akses air minum baru 18 persen.

Berkat program PAMSIMAS dan pengembangan sarana terus berlanjut dengan dukungan pendanaan dari Pemerintah Daerah dan Pemerintah Desa/dana desa, kini akses air minum telah mencapai 83,94 persen.

Program Pamsimas pun telah memberikan dampak kesejahteraan masyarakat. Menurut Joni, saat ini air dengan mudah didapat, yang tadinya harus antri untuk mendapatkan air hingga pukul 21.00 WIB, kini waktu lebih singkat sehingga masyarakat bisa lebih produktif.

Kini muncul usaha-usaha baru yang dikelola masyarakat sebagai dampak PAMSIMAS, sepeti usaha jamur tiram, minyak sereh, dan lain-lain. Warga juga mulai memanfaatkan pekarangan dengan ditanami tomat, terong, cabai, dan lain-lain untuk kebutuhan sehari-hari.

Kepala Desa Payakabung Faula Rosi memberikan komitmennya untuk terus mengembangkan sarana air minum yang ada untuk terus ditingkatkan kapasitasnya dengan membangun reservoir baru dan mengembangkan jaringan dengan dukungan dana desa.

Baca juga artikel terkait PENYEDIAAN AIR MINUM atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Sosial Budaya)


Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Infografik Instagram