Menuju konten utama

Apa Itu Peristiwa Nakba dan Kaitan dengan Serangan Palestina?

Bagaimana sejarah peristiwa Nakba dan apa kaitannya dengan konflik Israel dan Palestina? Peristiwa ini merupakan sejarah kelam bagi Palestina.

Apa Itu Peristiwa Nakba dan Kaitan dengan Serangan Palestina?
Demonstran Palestina melemparkan kembali kaleng gas airmata yang ditembakkan tentara Israel dalam aksi protes memperingati 71 tahun 'Nakba', atau malapetaka, ketika ratusan ribu warga Palestina dipaksa meninggalkan rumah mereka dalam perang yang mengelilingi kemerdekaan Israel pada 1948, dekat perbatasan Israel-Gaza, bagian timur Kota Gaza, Rabu (15/5/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Mohammed Salem.

tirto.id - Peristiwa Nakba tidak dapat dilepaskan dari cikal bakal serangan Israel ke Palestina yang masih berlarut hingga sekarang dan terus memanas dari waktu ke waktu.

Peristiwa Nakba kembali menjadi perhatian ketika serangan Israel ke Palestina kembali memanas. Israel yang telah mendeklarasikan perang kepada Hamas menyatakan serangan darat masih akan terus dilakukan.

Di balik serangan Israel ke Palestina ini, terdapat peristiwa bersejarah bernama Nakba yang disebut-sebut menjadi salah satu cikal bakal lahirnya konflik Israel-Palestina.

Lantas, apa itu peristiwa Nakba dan apa saja dampaknya bagi warga Palestina?

Sejarah Peristiwa Nakba

Peristiwa Nakba adalah sejarah kelam bagi warga Palestina. Dalam peristiwa ini masyarakat Palestina dirampas paksa hingga kehilangan Tanah Air mereka sendiri.

Peristiwa Nakba diperingati setiap 15 Mei yang berakar dari peristiwa pembersihan etnis Palestina di tahun 1948 silam yang dilakukan oleh pasukan Zionis untuk mendirikan Negara Israel.

Sehari sebelum pembantaian, pasukan Zionis telah mendapatkan dukungan dari pemerintah Inggris untuk pembentukan negara Yahudi di Palestina. Pendeklarasian itu memicu perang Arab-Israel yang pertama.

Saat itu, militer Zionis mengusir sekitar 750 ribue orang Palestina dari rumah dan tanah mereka sendiri serta merebut sekitar 78 persen wilayah Palestina.

Sedangkan sisanya, yakni 22 persen wilayah Palestina, dibagi menjadi wilayah yang sekarang menjadi Tepi Barat dan Gaza.

Pada tahun 1947 dan 1949, pasukan Zionis melakukan invasi besar-besaran ke Palestina dengan menghancurkan sekitar 530 desa yang menelan 15 ribu korban jiwa.

Di tahun 1948, Zionis yang telah mendeklarasikan Negara Israel ini, melakukan salah satu pembantaian paling terkenal dalam perang tersebut di Desa Dir Yassin, Yerusalem, dan membunuh 110 pria, wanita, hingga anak-anak secara membabibuta.

Kekejian militer Zionis semakin memuncak dan berhasil mengalahkan koalisi lima negara Arab pada 1949. Akibat perang ini yang tidak lain untuk merampas dan mencaplok wilayah Palestina, militer Zionis telah mengusir sekitar 750.000 lebih warga Palestina hanya dalam kurun waktu tiga tahun.

Tak hanya itu, selama pembersihan etnis Palestina ini, militer Zionis disebut telah menghancurkan lebih dari 400 desa di tanah Arab.

Kendati Israel dengan Arab sempat menyepakati gencatan senjata di tahun 1949, militan Zionis tetap terus melakukan penyerangan terhadap warga Palestina hingga memicu konflik berskala besar.

Hingga saat ini, konflik Israel-Palestina masih terus berlarut dan tercatat menjadi yang terparah dalam sejarah peperangan di wilayah tersebut.

Dampak Peristiwa Nakba bagi Warga Palestina

Setelah pembantaian etnis Palestina di tahun 1948 itu dan dikenal sebagai peristiwa Nakba, warga Palestina menerima dampak besar yang mempengaruhi kehidupannya di bawah kekangan pendudukan Israel.

Kontrol militer Israel terhadap rakyat Palestina juga mempengaruhi setiap aspek kehidupan warga Palestina. Menurut Human Right Watch (HRW), Israel telah melakukan kejahatan kemanusiaan berupa apartheid dan penganiayaan.

Dalam investigasi HRW, dari tahun ke tahun, Israel kerap menghancurkan ratusan rumah warga Palestina yang secara tidak langsung mengusir warga Palestina dari tanah kelahirannya.

Setelah berhasil mengusir sekitar 750 ribu lebih warga Palestina, Israel kemudian mendirikan sejumlah pemukiman di wilayah yang telah dirampas atau dicaplok.

Sekitar 700 ribu lebih pemukim Israel menempati setidaknya 250 pemukiman ilegal di Tepi Barat dan di Yerusalem Timur yang diduduki.

Hal tersebut secara jelas memberi dampak signifikan bagi warga Palestina yang semakin kehilangan tanah atau rumahnya dari tahun ke tahun akibat serangan dan pencaplokan secara paksa oleh Israel.

Akibat serangan yang terus berlanjut dan berakar dari peristiwa Nakba ini, warga Palestina saat ini banyak menjadi pengungsi tanpa kewarganegaraan di negara-negara Arab tetangga.

Selain menjadi pengungsi di luar Palestina, sebagiannya juga ada yang masih tinggal di kamp-kamp pengungsi di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Namun, kamp tersebut hingga kini masih kerap menjadi target penyerangan dan penculikan oleh militer Israel.

Baru-baru ini, Israel tengah berkonflik panas dengan Kelompok Pembela Islam Palestina, Hamas. Keadan ini semakin memperburuk situasi di kamp-kamp pengungsi yang tidak jarang selalu menelan korban jiwa.

Baca juga artikel terkait ISRAEL PALESTINA atau tulisan lainnya dari Imanudin Abdurohman

tirto.id - Politik
Kontributor: Imanudin Abdurohman
Penulis: Imanudin Abdurohman
Editor: Dipna Videlia Putsanra