Apa Itu Hari Tasyrik yang Jatuh pada Tanggal 21, 22, 23 Juli 2021

Oleh: Putri Avi Nursasi - 20 Juli 2021
Dibaca Normal 1 menit
Kemenag menetapkan Hari Tasyrik jatuh pada tanggal 21, 22, dan 23 Juli 2021.
tirto.id - Umat muslim di seluruh dunia sebentar lagi akan merayakan Hari Raya Idul Adha 1442 H yang jatuh pada tanggal 20 Juli 2021.

Dalam Islam terdapat beberapa hari yang mana para umat Islam dilarang atau haram berpuasa, yaitu 2 hari pertama adalah hari raya Idul Fitri (1 Syawal) dan hari raya Idul Adha (10 Zulhijah). Selain itu, terdapat 3 hari lain yaitu 11, 12, dan 13 Zulhijah yang dikenal dengan nama hari-hari tasyrik.

Pada tahun 2021 ini Kemenag menetapkan Hari Tasyrik jatuh pada tanggal 21, 22, dan 23 Juli 2021.

Apa Itu Hari Tasyrik dan Maknanya

Hari Tasyrik adalah hari raya umat Islam yang jatuh pada setelah Idul Adha yaitu hari ke 11,12 dan 13 pada bulan dzulhijjah menurut kalender Islam serta pada hari ini merupakan salah satu hari di mana umat Islam dilarang berpuasa karena pada hari tasyrik adalah hari untuk makan dan minum.

Dilansir dari NU Online, Hari Tasyrik (Ayyâm al-Tasyrîq) artinya adalah "pengingat". Puasa, ibadah yang semula dianjurkan, dilarang di hari tasyrik.

Rasulullah menyebutnya (H.R. Imam Muslim no. 1141): “Ayyâm akl wa syurb—hari makan-makan dan minum-minum” dan memberinya predikat sebagai a’dham al-ayyâm ‘ind Allah (hari termulia di sisi Allah).

Di hari tasyrik, makan yang bersifat kebutuhan jasmani disandingkan dengan dzikir yang bersifat rohani. Dua sisi yang mewujud dalam diri manusia. Jika dilihat dari proses penciptaanya, bahan dasar manusia adalah tanah yang identik dengan kotor, rendah dan lembek. Kemudian bercampur dengan ruh Tuhan yang luhur.

Pertemuan dua unsur berbeda ini membentuk manusia yang tidak hanya mewarisi kebaikan-kebaikan Tuhan tapi juga kerendahan tanah.Dalam hidup, kita lebih sering menuruti kebutuhan tanah (daging) dibandingkan ruh yang ditiupkan Tuhan (jiwa).

Kita diberi waktu tiga sampai empat hari untuk memuaskan unsur tanah kita (fisik/daging) di hari tasyrik, tapi Tuhan juga menginginkan kita bisa menyeimbangkannya dengan dzikir, agar rohani kita tidak kering dan lapar. Keseimbangan keduanya sangat dibutuhkan dalam menjalani kehidupan.

Hari Tasyrik ini memiliki makna sebagai bentuk kasih sayang Allah SWT kepada umatNya dengan memberikan peluang untuk memilih ibadah puasa dan menikmati hidangan hari kurban.

Akan tetapi di sisi lain Allah SWT menganjurkan untuk melaksanakan amalan ibadah berdzikir, berdoa dan bersedekah bukan sekadar untuk makan dan minum semata.


Baca juga artikel terkait IDUL ADHA atau tulisan menarik lainnya Putri Avi Nursasi
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Putri Avi Nursasi
Editor: Yulaika Ramadhani
DarkLight