Menuju konten utama

Apa Arti Gencatan Senjata dalam Istilah Perang Israel-Hamas?

Berikut adalah arti dari gencatan senjata dalam kasus perang Israel dan Hamas Palestina.

Apa Arti Gencatan Senjata dalam Istilah Perang Israel-Hamas?
Seorang pengunjuk rasa Palestina menggunakan ketapel untuk melemparkan batu sambil mengibarkan bendera Palestina sementara yang lain membakar ban saat bentrokan dengan pasukan keamanan Israel di sepanjang perbatasan dengan Israel, sebelah timur Kota Gaza, Jumat, 22 September 2023. Militer Israel mengatakan pihaknya menyerang tiga pos milik Hamas, kelompok militan Islam yang menguasai Gaza sejak 2007, menyusul sejumlah balon pembakar yang diluncurkan dari Gaza ke Israel. Ini adalah kekerasan terbaru yang mengguncang wilayah tersebut ketika warga Palestina melakukan protes rutin di dekat pagar perbatasan. (Foto AP/Adel Hana)

tirto.id - Israel dan Hamas Palestina telah menyetujui gencatan senjata selama empat hari. Kesepakatan itu dimediasi oleh Qatar, dengan syarat pembebasan sandera.

Aljazeera pada 22 November 2023 melaporkan, kesepakatan tersebut diumumkan pada hari Rabu dan waktu pelaksanaannya diharapkan dapat dikonfirmasi dalam 24 jam ke depan, demikian menurut sebuah pernyataan dari Qatar.

Hamas akan membebaskan 50 perempuan dan anak-anak yang ditawan di Gaza dengan imbalan 150 perempuan dan anak-anak Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel.

Kesepakatan ini juga mencakup bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan warga Gaza, menyusul serangan Israel yang telah berlangsung selama berminggu-minggu dan telah menewaskan lebih dari 14.100 orang, termasuk 5.600 anak-anak, serta memaksa sekitar 1,7 juta orang mengungsi dari tempat tinggalnya. Sekitar 1.200 orang tewas dalam serangan Hamas terhadap Israel.

Sebelumnya, pada Senin, 6 November 2023 Israel bersikeras menolak gagasan gencatan senjata yang diserukan oleh PBB dan masyarakat dunia, namun mengisyaratkan keterbukaan terhadap 'jeda kecil yang taktis' dalam konflik.

Lantas, apa sebenarnya gencatan senjata seperti Israel dan Hamas? Bagaimana pula aturannya?

Apa Itu Gencatan Senjata?

Gencatan senjata atau dalam bahasa Inggris disebut ceasefire adalah antonim dari ungkapan militer open fire atau tembak-menembak dan menandakan seruan untuk mengakhiri permusuhan.

Robert A Forster dalam tulisannya berjudul “Ceasefires” yang dipublikasikan di laman Peace Agreements Database menulis, perjanjian gencatan senjata diserukan sebagai bagian dari proses perdamaian dan dapat menunjukkan tingkat komitmen antara pihak-pihak yang bertikai untuk mengakhiri konflik bersenjata.

Di sisi lain, periode gencatan senjata juga dapat digunakan sebagai kedok oleh kelompok-kelompok untuk memobilisasi kembali, mempersenjatai kembali dan bermanuver.

Mengumumkan gencatan senjata dapat dilakukan secara sepihak, tetapi juga dapat mengikuti kesepakatan antara pihak-pihak yang bertikai. Gencatan senjata dapat dilakukan secara lisan atau tertulis dan persyaratannya dapat berupa publik atau rahasia.

Mediasi pihak ketiga dapat mengarah pada gencatan senjata, atau sebagai alternatif, gencatan senjata dapat dapat dipaksakan kepada para pihak oleh resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) di bawah Bab VII Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Ruang lingkup gencatan senjata dapat bersifat umum, mencakup seluruh zona konflik dan semua pihak yang aktif di dalamnya, atau gencatan senjata dapat bersifat spesifik di mana lokasi dan aktornya terbatas.

Namun, gencatan senjata tidak serta merta mengakhiri kekerasan. Karena tidak seperti perjanjian damai, gencatan senjata tidak menyelesaikan masalah yang mendasari konflik, sehingga kembalinya kekerasan sering kali merupakan hasil yang mungkin terjadi.

Corinne Bara dkk dalam artikel berjudul “Understanding Ceasefires” mengungkapkan bahwa diperlukan waktu untuk memulai gencatan senjata secara penuh, kelompok-kelompok tertentu mungkin berusaha untuk merusak perjanjian, atau pihak-pihak yang secara strategis melanggar gencatan senjata bisa keuntungan dari lawannya, baik di medan perang maupun di meja perundingan.

Aturan Gencatan Senjata

Gencatan senjata dapat dilakukan apabila kedua belah pihak atau lebih memenuhi persyaratan, ruang lingkup, dan durasi gencatan yang ditentukan bersama.

Aturan umum gencatan senjata dirumuskan dalam Konferensi Perdamaian Den Haag pada 1907 yang tertuang dalam peraturan perang darat Den Haag.

Dalam peraturan perang darat Den Haag, dijelaskan bahwa permusuhan dapat dilanjutkan setelah adanya pemberitahuan atas pelanggaran serius terhadap gencatan senjata.

Adapun contoh pelanggaran serius yang dimaksud seperti maju dengan sengaja, perebutan titik di luar garis salah satu pihak, dan penarikan pasukan dari posisi yang tidak menguntungkan atau lemah.

Aturan gencatan senjata antara Israel dan Hamas hingga saat ini belum diumumkan kepada publik. Namun seperti yang dijelaskan sebelumnya, dalam resolusi gencatan senjata selama empat hari, kedua belah pihak telah bersepakat melepas masing-masing tahanan perang mereka.

Baca juga artikel terkait GENCATAN SENJATA atau tulisan lainnya dari Balqis Fallahnda

tirto.id - Politik
Kontributor: Balqis Fallahnda
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Alexander Haryanto