Apa Itu Cacar Monyet: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya?

Penulis: Yonada Nancy - 20 Mei 2022 14:15 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Penyakit cacar monyet adalah penyakit zoonosis langka yang ditularkan dari hewan ke manusia, kenali gejala dan pengobatannya.
tirto.id - Monkeypox atau cacar monyet adalah penyakit zoonosis langka yang ditularkan dari hewan ke manusia. Penyakit ini dapat dikenali lewat gejala khas berupa tumbuhnya ruam dan bintik-bintik kecil mirip cacar air di seluruh tubuh.

Penyakit cacar monyet pertama kali ditemukan pada 1958 pada koloni monyet. Meskipun dinamai cacar monyet, penyakit ini tidak hanya ditemui pada primata. Melansir NPR pembawa utama penyakit cacar monyet justru bukan primata, melainkan hewan pengerat seperti tupai dan tikus.

Kasus infeksi cacar monyet pada manusia baru dideteksi pertama kali pada 1970 di Republik Demkokratik Kongo. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), setelah kasus pertama di Kongo, penyakit cacar monyet mulai dilaporkan di wilayah Afrika Tengah dan Barat lainnya.

Baru-baru ini kasus cacar monyet dikonfirmasi pertama kalinya di wilayah Massachusetts, Amerika Serikat. Penderita cacar monyet dikabarkan baru melakukan perjalanan dari Kanada. Namun, pejabat kesehatan setempat mencurigai bahwa kasus tersebut berkaitan dengan wabah yang terjadi di Inggris, Portugal, dan Spanyol.

Penyebab Penularan Penyakit Cacar Monyet


Penyakit cacar monyet disebabkan oleh virus monkeypox yang termasuk dalam genus Orthopoxvirus. Beberapa virus yang termasuk dengan genus Orthopoxvirus adalah virus variola penyebab cacar, virus vaccinia yang digunakan sebagai vaksin cacar, dan virus cacar sapi.

Infografik SC Cacar Monyet
Infografik SC Cacar Monyet. tirto.id/Quita


Sebagai penyakit zoonosis, penyebab utama penularan virus ini adalah kontak dengan hewan yang terinfeksi virus cacar monyet. Selain dari hewan ke manusia, virus ini juga dapat menular dari manusia ke manusia.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sumber penularan cacar monyet dari orang ke orang adalah melalui sekresi saluran pernapasan, luka, dan cairan tubuh penderitanya.

Oleh karena itu, virus ini dapat ditularkan dengan kontak langsung dengan penderita atau menyentuh barang yang terkontaminasi virus. Penularan virus juga bisa terjadi melalui plasenta dari ibu ke janin yang kemudian disebut dengan cacar monyet bawaan.

Gejala Penyakit Cacar Monyet


Gejala cacar monyet biasanya tidak akan langsung muncul setelah kontak dengan penderita atau hewan yang terinfeksi. Menurut National Health Service (NHS), hal ini karena virus cacar monyet memiliki masa inkubasi antara 5 hingga 21 hari.

Kemudian, setelah masa inkubasi tersebut infeksi virus cacar monyet mulai memunculkan gejala berupa:

  • suhu tubuh tinggi;
  • sakit kepala;
  • nyeri otot;
  • sakit punggung;
  • pembengkakan kelenjar getah bening (limfadenopati);
  • menggigil atau meriang;
  • kelelahan, letih, dan lemas;
  • muncul ruam-ruam di wajah antara 1 hingga 5 hari setelah gejala pertama muncul;
  • ruam-ruam menyebar ke bagian tubuh lainnya termasuk, tangan, kaki, punggung, dan ketiak;
  • ruam-ruam berubah menjadi bintik-bintik berisi cairan. Bintik-bintik akan melepuh lalu mengering menjadi koreng dan rontok sendiri.

Gejala berupa ruam dan muncul bintik-bintik biasanya berlangsung selama 2 hingga 4 minggu.

Pengobatan Penyakit Cacar Monyet


Saat ini belum ada pengobatan yang terbukti aman untuk mengobati infeksi virus monkeypox. Kendati demikian, menurut WHO gejala-gejala yang terjadi akibat virus cacar monyet akan sembuh sendiri.

Meskipun secara umum gejala-gejala yang muncul memang tidak berbahaya, namun pada kasus yang tidak umum cacar monyet bisa menyebabkan komplikasi serius.

Beberapa risiko komplikasi penyakit cacar monyet termasuk infeksi sekunder, bronkopneumonia, sepsis, ensefalitis, dan infeksi kornea dengan risiko kehilangan penglihatan. Ketika terjadi komplikasi tentu dibutuhkan pengobatan medis yang menyesuaikan dengan komplikasi yang terjadi.

Cara Mencegah Penularan Penyakit Cacar Monyet


Menurut Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulon Progo, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan penyakit cacar monyet, yaitu:

  • menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun;
  • menghindari kontak langsung dengan tikus dan primata;
  • membatasi jajanan langsung dengan darah atau daging yang tidak dimasak dengan baik;
  • menghindari kontak fisik dengan orang yang terinfeksi cacar;
  • menghindari material yang terkontaminasi virus cacar air baik dari penderita yang terinfeksi maupun hewan pengerat;
  • tidak mengonsumsi daging yang diburu dari hewan liar;
  • mengenakan sarung tangan dan pakaian pelindung selama menangani hewan yang sakit atau jaringan yang terinfeksi.

Selain langkah-langkah tersebut, WHO merekomendasikan untuk melengkapi vaksin cacar. Hal ini menyusul penelitian bahwa vaksinasi cacar yang sudah diterima sebelumnya dapat meringankan gejala penyakit apabila menginfeksi tubuh.



Baca juga artikel terkait CACAR MONYET atau tulisan menarik lainnya Yonada Nancy
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Yonada Nancy
Editor: Yantina Debora

DarkLight