Antibodi SARS Dilaporkan Dapat Memblokir Infeksi Virus COVID-19

Oleh: Dewi Adhitya S. Koesno - 15 Juni 2020
Dibaca Normal 1 menit
Penelitian terbaru melaporkan darah dari pasien SARS tahun 2003 mengandung antibodi yang dapat memblokir virus COVID-19.
tirto.id - Sebuah penelitian terbaru melaporkan sampel darah dari pasien yang menderita SARS pada tahun 2003 mengandung antibodi yang dapat memblokir virus baru di belakang pandemi COVID-19.

Seperti dilansir Medical Daily, ketika pandemi coronavirus tampaknya melambat dan masyarakat banyak yang bersiap untuk menghadapi gelombang kedua yang lebih potensial, para ilmuwan dan peneliti semua bekerja keras yang pada akhirnya mengembangkan vaksin yang dapat menghentikan virus Corona jenis baru tersebut untuk selamanya.

Dan saat ini, sebuah penelitian terbaru dari sebuah perusahaan biotek menyatakan bahwa sampel darah dari seorang pasien yang menderita SARS terkait virus sekitar 17 tahun yang lalu ,mengandung antibodi yang kemungkinan dapat memblokir virus SARS-CoV-2 di belakang pandemi COVID-19 saat ini.

Para peneliti studi menyebutkan, penemuan baru ini berpotensi membantu dalam melawan virus corona, demikian seperti diwartakan Live Science.

Antibodi adalah bagian dari respons kekebalan seseorang terhadap benda asing yang dapat membahayakan sistem di tubuh, seperti virus.

Antibodi khusus ini, yang sekarang dijuluki S309, menunjukkan kemampuan yang kuat dalam menonaktifkan protein lonjakan pada coronavirus yang memungkinkannya memasuki sel-sel dalam tubuh seseorang.

Karena itu, para peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Washington serta beberapa penulis yang bekerja pada penelitian ini sekarang dilaporkan bekerja bersama Vir Biotechnology untuk mengembangkan terapi yang didasarkan pada temuan penelitian ini.

Lebih jauh, lebih banyak pekerjaan dan penelitian perlu dilakukan untuk menguji apakah antibodi dapat benar-benar memblokir virus corona dalam tubuh manusia sejak studi awal dilakukan di laboratorium.

Namun, sebuah pernyataan dari Vir Biotechnology mengungkapkan bahwa mereka telah melacak antibodi dengan cepat untuk pengembangan dan pengujian karena mereka berharap bahwa mereka dapat memulai uji klinis manusia sesegera mungkin.

Menurut makalah yang diterbitkan 18 Mei di jurnal Nature, temuan penelitian telah "membuka jalan" untuk menggunakan antibodi S309, yang akan dikembangkan sebagai vaksin sendiri atau sebagai bagian dari "koktail antibodi" untuk mencegah COVID-19.


Baca juga artikel terkait VAKSIN COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Dewi Adhitya S. Koesno
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Dewi Adhitya S. Koesno
Editor: Agung DH
DarkLight