Menuju konten utama

Anggota Komite Olimpiade Tokyo 2020 Positif Corona COVID-19

Seorang anggota Komite Pelaksana Olimpiade-Paralimpiade Tokyo 2020 dilaporkan positif terinfeksi virus Corona (COVID-19).

Anggota Komite Olimpiade Tokyo 2020 Positif Corona COVID-19
Maskot Olimpiade Tokyo 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Kyung-Hoon

tirto.id - Seorang anggota Komite Pelaksana Olimpiade-Paralimpiade Tokyo 2020 dilaporkan positif terinfeksi virus Corona (COVID-19). Dikabarkan, orang tersebut adalah laki-laki berusia sekitar 30 tahun yang bertugas di kantor pusat Komite Olimpiade Tokyo, Jepang.

Ia menjalani tes uji virus Corona pada hari Selasa (21/4/2020) kemarin, dan langsung diperintahkan untuk melakukan karantina mandiri di rumah. Pihak terkait juga melakukan langkah sigap untuk mencegah penyebaran lebih luas dengan langsung melacak siapa saja yang pernah terlibat kontak dengan korban.

“Komite pelaksana sudah melakukan identifikasi terhadap mereka yang pernah melakukan kontak langsung dengan pasien dan meminta mereka melakukan hal isolasi mandiri mulai hari ini," tulis pernyataan komite yang dikutip oleh Reuters dan Antara, pada Rabu (22/4/2020)

"Sedangkan lantai (di gedung) tempat pasien bekerja akan ditutup dan disemprot disinfektan,” tambahnya.

Staf Komite Olimpiade Tokyo berjumlah sekitar 3.800 orang. Mayoritas dari mereka telah menerapkan aktivitas bekerja dari rumah sejak awal bulan April 2020 menyusul keputusan pemerintah Jepang yang mengumumkan kondisi darurat akibat wabah COVID-19.

Anggota Komite Olimpiade Tokyo saat ini fokus bertugas menangani berbagai hal yang harus mereka sesuaikan akibat pengunduran jadwal Olimpiade 2020 hingga tahun depan karena pandemi virus Corona.

Jepang mengumumkan kondisi darurat sejak tanggal 7 April 2020 lantaran kian meningkatnya jumlah kasus positif wabah COVID-19 di negeri itu.

Perdana Menteri Shinzo Abe berpendapat jika pemberlakuan keadaan darurat dapat mempermudah kinerja pemerintah dalam membendung laju penyebaran wabah Corona dengan tetap memastikan kegiatan ekonomi berjalan.

“Jepang tidak akan dan tidak perlu untuk mengambil langkah-langkah karantina wilayah seperti yang dilakukan di luar negeri,” ucap Abe.

“Pengumuman keadaan darurat akan memungkinakan kita untuk memperkuat langkah-langkah saat ini untuk mencegah peningkatan kasus infeksi, sambil memastikan bahwa sebanyak mungkin kegiatan ekonomi dapat berkelanjutan,” lanjutnya.

Hingga hari ini, Rabu (22/4/2020), Jepang telah mencatat lebih dari 11.500 kasus positif COVID-19, dengan 281 korban meninggal dunia.

Baca juga artikel terkait OLIMPIADE TOKYO atau tulisan lainnya dari Oryza Aditama

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Oryza Aditama
Penulis: Oryza Aditama
Editor: Iswara N Raditya