Menuju konten utama

Anggaran Infrastruktur di RAPBN 2020 Naik Jadi Rp419,2 Triliun

Pemerintah tetap berencana menggenjot proyek pembangunan infrastruktur pada tahun 2020. Hal ini terlihat dari alokasi anggaran infrastruktur di RAPBN 2020 yang lebih besar dari tahun ini.

Anggaran Infrastruktur di RAPBN 2020 Naik Jadi Rp419,2 Triliun
Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) bersama Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kiri) dan Wamenkeu Mardiasmo (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (22/7/2019). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/ama.

tirto.id - Pemerintah mengalokasikan anggaran pembangunan infrastruktur senilai Rp419,2 triliun di RAPBN 2020. Besaran anggaran tersebut naik 4,9 persen dari alokasi anggaran infrastruktur tahun 2019 yang hanya Rp399,7 triliun.

"Untuk infrastruktur tahun depan, yang naik tajam adalah jalan. Tahun 2020 targetnya naik dua kali lipat," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, di kantor Direktorat Jendral Pajak, Jakarta Selatan, Jumat (16/8/2019).

Sri Mulyani memaparkan alokasi anggaran infrastruktur itu bakal digunakan untuk pembangunan jalan sepanjang 837 kilometer. Angka itu naik lebih dari dua kali lipat dari target pembangunan jalan pada tahun 2019 yang sepanjang 406 kilometer.

Dia mengklaim akselerasi pembangunan infrastruktur itu dilakukan untuk mendukung transformasi industrialisasi dalam merespons revolusi industri keempat.

Anggaran itu juga dialokasikan ke pembangunan sejumlah jembatan. Pemerintah merencanakan pembangunan jembatan dengan total panjang 6,9 kilometer pada 2020.

Untuk melengkapi akses transportasi darat, pada tahun depan, pemerintah juga akan melanjutkan pembangunan jalur kereta api dengan total panjang 238,8 kilometer.

Target pembangunan jalur kereta api itu tercatat lebih kecil dibandingkan yang dicanangkan oleh pemerintah pada 2019, yakni hanya sepanjang 269,45 kilometer.

Adapun infrastruktur lain yang akan dibangun adalah tiga bandara baru, 49 bendungan, serta 5.224 unit rusun dan 2.000 rumah khusus untuk masyarakat berpendapatan rendah.

Karena kebutuhan pembangunan infrastruktur yang masih besar, menurut Sri Mulyani pemerintah terus mengajak pihak swasta untuk ikut memenuhi kebutuhan pembiayaan proyek.

"Pemerintah mendorong peran swasta maupun BUMN untuk membiayai proyek strategis nasional melalui skema pembiayaan kreatif," ujar dia.

Sri Mulyani menambahkan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dirancang untuk memperlebar keterlibatan swasta.

Pemerintah menargetkan ada 11 proyek infrastruktur yang bisa dibangun lewat skema KPBU pada tahun 2020. Potensi nilai proyek yang bisa dibangun dengan skema KPBU mencapai Rp19,7 triliun.

Kendati berbagai skema telah disiapkan, Sri Mulyani menegaskan bahwa koordinasi lintas sektoral, khususnya dukungan pemda, menjadi penentu keberhasilan pembangunan infrastruktur.

Baca juga artikel terkait RAPBN 2020 atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Addi M Idhom