Anak Mulai Menstruasi? Jangan Hindari Mengajak Mereka Diskusi!

Oleh: Widia Primastika - 10 November 2018
Dibaca Normal 2 menit
Beri anak Anda informasi yang benar tentang tubuh mereka.
tirto.id - Mempunyai anak yang beranjak remaja bukanlah hal mudah. Mereka mengalami perubahan hormonal, umumnya memengaruhi ayunan perangai dan perilaku mereka. Anak perempuan punya kepelikan tersendiri: mulai menstruasi. Tak sedikit orangtua yang bingung menghadapinya, sehingga anak-anak dibiarkan tanpa penjelasan memadai tentang tubuhnya sendiri.

Jika Anda punya anak perempuan, tak perlu khawatir. Penjelasan ihwal menstruasi dan masa puber semestinya tak menjadi tabu. Lebih baik Anda yang menjelaskan, daripada sang putri mendapat informasi keliru soal tubuhnya. Selain itu, berbicara tentang datang bulan kepada anak bisa membantu mengurangi ketakutan dan kecemasan mereka.

Hal ini dilakukan oleh Mardiana (48), saat dua orang putrinya mengalami haid untuk pertama kalinya. Hal yang lebih dulu dilakukan perempuan yang akrab disapa Nana ini adalah membantu membereskan tempat tidur yang terkena bercak darah dan mengajarkan cara membersihkan organ kewanitaan.

Setelah itu, ia memberi penjelasan biologis soal menstruasi kepada sang putri, selain perubahan fisik yang mereka alami seperti payudara yang membesar.

“Gambaran umumnya secara biologis, kamu sudah mens, mulai masuk remaja harus lebih waspada, dijelaskan juga kalau sudah menstruasi artinya sudah memungkinkan untuk hamil,” Nana mengulang apa yang pernah diucapkannya kepada Sita dan Lita, kedua putrinya.

Saat putrinya datang bulan, Nana pun tak pernah absen untuk mengingatkan mereka agar membawa pembalut kemana pun mereka pergi. Kepada putrinya, Nana tak pernah luput untuk mewanti-wanti mereka agar mengganti pembalut setiap 4 jam sekali.

Orangtua Harus Menjelaskan

Anda bisa melakukan apa yang dilakukan Nana ketika buah hati mulai mengalami menstruasi. Setidaknya, Anda bisa menjelaskan hal-hal mendasar. Dalam artikel “Menstruation and the First Period: What Girls Should Know” yang diterbitkan WebMD, umumnya anak perempuan mulai datang bulan pada usia 12 tahun, tapi beberapa perempuan bisa mengalami lebih cepat dari itu.


Biasanya, pada usia 9 hingga 10 tahun atau dua tahun sebelum menstruasi, seorang anak perempuan akan mengalami perubahan pada tubuhnya. Payudara membesar. Akan tumbuh pula rambut pada kelamin dan ketiak.

Mayo Clinic menulis ada baiknya orangtua berbicara sedini mungkin dan sesering mungkin kepada sang gadis tentang menstruasi. Bahkan, Anda wajib menjelaskan ketika sang buah hati menanyakan hal tersebut.

Sebaiknya, obrolan dilakukan tak hanya dilakukan sekali, melainkan secara berkala. Berilah penjelasan dasar dan klarifikasi jika ada misinformasi yang didapatkan anak-anak. Biasanya, di sekolah mereka akan mendapat pelajaran tentang kesehatan dan biologi. Orangtua perlu menindaklanjuti apa yang mereka dapatkan.

Apa Saja yang Harus Dibicarakan?

Dalam artikel “Your Daughter’s First Period” yang ditulis Felicia Chin di The Asian Parent Singapore, disebut bahwa orangtua wajib menjelaskan mengapa seorang perempuan memiliki periode menstruasi. Mereka perlu diberi tahu bahwa siklus menstruasi adalah siklus alami yang memungkinkan perempuan untuk hamil.

Jika tak terjadi kehamilan, tubuh perempuan akan membuang lapisan rahim yang terjadi selama satu periode. Jelaskan pula bahwa perempuan akan berhenti menstruasi pada rentang usia antara 45 hingga 55 tahun yang dinamakan menopause.

Anak kita perlu mengetahui bahwa setiap perempuan memiliki siklus menstruasi yang berbeda-beda. Beberapa perempuan mengalami menstruasi pada siklus 21 hari, tapi ada juga yang mengalami haid dengan siklus 35 hari. Umumnya, siklus datang bulan perempuan rata-rata antara 25 sampai 30 hari.

Tak hanya itu, Anda juga harus menjelaskan kepada anak gadis Anda bahwa ketika datang bulan, mereka akan kehilangan darah yang banyak, sehingga mereka perlu menggunakan pembalut, tampon, atau menggunakan cangkir menstruasi. Periode tersebut biasanya berlangsung selama 3 hingga 7 hari.

Orangtua juga hendaknya memberitahu anak tentang Pre-Menstrual Syndrome (PMS) dan rasa sakit yang mungkin akan mereka alami saat datang bulan seperti kram perut bagian bawah atau punggung, nyeri pada payudara, atau bahkan mengalami sakit kepala, pusing, mual, dan diare.

Infografik Menjelaskan Menstruasi pada anak


Anda Ayah yang Menjadi Orangtua Tunggal?

Menjelaskan tentang menstruasi bisa jadi lebih ideal jika dilakukan oleh seorang ibu, sebab ia bisa menjelaskannya sembari berbagi pengalaman. Namun, jika anda adalah seorang ayah dan menjadi orangtua tunggal? Mungkin anda tak siap menghadapi hal ini, namun anda harus menyadari bahwa anak anda akan mengalami kedewasaan.

Dilansir situs Good Men Project, ketika anak gadis Anda mengalami haid pertama, yang perlu Anda lakukan terlebih dahulu adalah membeli pembalut atau tampon.


Tak hanya itu, sebagai seorang ayah tunggal, ada baiknya tak membuat jarak dengan anak gadis Anda. Jadilah teman yang membuat sang buah hati nyaman untuk bercerita. Apalagi, mulainya datang bulan adalah pertanda bahwa sang anak harus lebih berhati-hati, baik dalam pergaulan maupun kesehatan mereka.

Jika anda tak mampu menjelaskan, situs Good Men Project menyarankan Anda untuk mengajak mereka mengunjungi ginekolog. Di situ mereka akan mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana cara menjaga diri mereka.

Baca juga artikel terkait KESEHATAN REPRODUKSI atau tulisan menarik lainnya Widia Primastika
(tirto.id - Kesehatan)


Penulis: Widia Primastika
Editor: Maulida Sri Handayani