Aksi Bela Islam Tuntut Sukmawati Diadili Meski Sudah Minta Maaf

Oleh: Mohammad Bernie - 6 April 2018
Massa Aksi Bela Islam 64 menuntut Sukmawati untuk tetap diproses hukum meski sudah meminta maaf.
tirto.id - Sejumlah massa "Aksi Bela Islam Tangkap dan Penjarakan Sukmawati Si Penista Agama" mulai memadati Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Mereka hendak melaksanakan salat Jumat berjamaah sebelum bergerak ke Bareskrim, Polri untuk berunjuk rasa.

Berdasarkan pantauan Tirto, sekitar pukul 11.30 WIB mobil komando sudah memasuki kawasan Masjid Istiqlal, sementara itu tampak pula sejumlah massa aksi mulai memenuhi Istiqlal. Mayoritas mereka mengenakan baju serba putih dengan atribut ormas, beberapa bahkan membawa bendera Palestina.

"Intinya kami mau menuntut kejelasan hukumnya, jangan cuma mentang-mentang seorang Sukmawati yang ngakunya anak proklamator dianakemaskan," kata massa Aksi Bela Islam 64, Doni (32) saat ditemui di sekitar Masjid Istiqlal Jakarta (6/4/2018).

Doni sudah datang ke Masjid Istiqlal bersama sekitar 160 orang anggota Laskar Pembela Islam dari Depok sejak sekitar pukul 11.00 WIB.

Berdasarkan keterangan tertulis dari Persaudaraan Alumni 212, massa aksi akan melaksanakan salat Jumat terlebih dahulu di Masjid Istiqlal sebelum berangkat untuk berunjuk rasa di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat sekitar pukul 13.30 WIB.

Meski Sukmawati sudah meminta maaf atas puisinya yang dinilai menyinggung umat Islam, namun menurut Doni, proses hukum harus tetap berjalan.


"Tapi proses hukum harus tetap berjalan, kami minta kesetaraan. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, itu harus ditegakkan seadil-adilnya tanpa pandang bulu," kata Doni.

Berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombespol Argo Yuwono, estimasi massa yang akan berunjuk rasa di Bareskrim Polri mencapai 1000 orang. Oleh karena itu, pihaknya mengerahkan sekitar 6500 personel gabungan TNI/Polri untuk mengamankan jalannya unjuk rasa. Sementara untuk pengamanan lalu lintas akan menyesuaikan situasi di lapangan.


Baca juga artikel terkait KASUS PENISTAAN AGAMA atau tulisan menarik lainnya Mohammad Bernie
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Mohammad Bernie
Penulis: Mohammad Bernie
Editor: Dipna Videlia Putsanra