Airlangga Beberkan Nawacita Jokowi Jilid II di Depan Para Pengusaha

Oleh: Hendra Friana - 27 Februari 2019
Dibaca Normal 1 menit
Sejumlah proyeksi pertumbuhan berbagai sektor ekonomi disampaikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di depan pengusaha mulai soal konsumsi rumah tangga hingga sektor konstruksi.
tirto.id - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto membeberkan program strategis 2019-2024 yang ia sebut sebagai Nawacita jilid II Joko Widodo.

Airlangga yang juga Ketua Umum Partai Golkar ini mengatakan, jika Jokowi kembali terpilih sebagai presiden pada Pilpres 2019, maka program-program yang bakal dijalankan sudah jelas.

"Ini saya yakin kalau 'toko sebelah' tidak siap yang seperti ini. Ini 2020-2024, pasti tidak siap," ujar Airlangga saat berbicara di acara Kadin Enterpreneurship Forum 2019 di Hotel Shangrila, Jakarta Pusat, Rabu (27/2/2019).


Dalam paparannya, Airlangga menyampaikan, target pertumbuhan ekonomi pemerintah pada periode 2020-2024 berada pada kisran 5,4 persen hingga 6 persen.

Dalam kurun 5 tahun, konsumsi rumah tangga dipatok sebesar 5,21 persen-5,37 persen, belanja pemerintah 3,28 persen-4,11 persen, investasi sebesar 7,45 persen-8,25 persen, ekspor 6,75 persen-7,60 persen dan impor sebesar 7,56 persen-8 persen.

Sementara itu, pertumbuhan sektor manufaktur ditargetkan bisa mencapai 5,40 persen-7,05 persen; Agriculture 3,57 persen-3,94 persen; kelistrikan 4,01 persen-4,48 persen; konstruksi 5,42 persen-5,96 persen; dan transportasi 8,68 persen-9,11 persen.

Target lainnya adalah pertumbuhan ICT hingga 10,84 persen-11,82 persen; jasa keuangan 7,15 persen-7,84 persen; perdagangan 5,01 persen-6,03persen dan terakhir adalah pertambangan dengan target 0,5 persen-0,88 persen.

"Policy empat tahun ke depan, Nawacita jilid II, sudah disiapkan oleh Pak Presiden," imbuh Airlangga.

Fokus kebijakan terkait pengembangan industri yang digalakkan pemerintah, yakni bakal menyasar tiga target yakni meningkatkan produktivitas, meeningkatkan daya saing ekspor manufaktur, dan menguatkan industri hulu strategis.

Fokus kebijakan ini, kata dia, akan didukung oleh 6 langkah strategis. Pertaa, kata dia, penguatan iklim investasi, keterbukaan perdagangan dan keterlibatan di dalam jaringan produksi global.

Kemudian, lanjut dia, penguatan kemampuan riset dan pengembangan inovasi, serta akselerasi adopsi teknologi.

Ketiga, lanjutnya, peningkatan diplomasi ekonomi dan utilisasi perjanjian perdagangan bebas. Keempat, pengoptimalan sumber potensi pertumbuhan ekonomi.

Kemudian, kata Airlangga, langkah kelima, penguatan pilar pendukung pertumbuhan sektor manufaktur.

Terkahir, ujar dia, langkah keenam berupa penciptaan kebijakan makroekonomi yang kondusif untuk mendukung pengembangan industri manufaktur.


Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Politik)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Zakki Amali
DarkLight