Menuju konten utama

ADB Janjikan Pinjaman 1 Miliar Dolar AS untuk Gempa Sulteng

Pinjaman bantuan anggaran darurat senilai 500 juta dolar AS dan 500 juta dolar AS sisanya untuk pinjaman proyek guna mendukung rekonstruksi infrastruktur.

ADB Janjikan Pinjaman 1 Miliar Dolar AS untuk Gempa Sulteng
Warga terdampak gempa mencari barang berharga sekitaran reruntuhan rumahnya di Balarowa, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (11/10/2018). ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang

tirto.id - Asian Development Bank (ADB) menjanjikan pinjaman sebesar 1 miliar dolar AS kepada pemerintah Indonesia untuk pemulihan daerah terdampak gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah. Dana tersebut dimaksudkan untuk mendukung keperluan anggaran rekonstruksi secepat mungkin.

Dari total dana yang dijanjikan itu, ADB merinci pinjaman bantuan anggaran darurat senilai 500 juta dolar AS, dan 500 juta dolar AS sisanya untuk pinjaman proyek guna mendukung rekonstruksi infrastruktur. Beberapa infrastruktur yang dinilai menjadi prioritas ialah terkait sanitasi, sekolah, jalan, jembatan, dan jaringan listrik.

“Bantuan darurat 1 miliar dolar AS ini di luar program pinjaman reguler ADB bagi Indonesia yang rata-rata mencapai 2 miliar dolar AS setiap tahunnya,” tulis dalam keterangan resmi yang diterima Tirto pada Sabtu (13/10/2018).

Menurut rencana, pinjaman bantuan darurat tersebut akan dikoordinasikan dengan pemerintah, masyarakat terdampak, dan para pemangku kepentingan lainnya. Meski telah memastikan bahwa pinjaman itu ada, namun ADB masih perlu mendapatkan persetujuan dari dewan direktur agar kucuran bantuan dapat disetujui.

Penawaran pinjaman tersebut memiliki ketentuan khusus yang berjangka lebih lama dari biasanya, yakni masa tenggang 8 tahun dan masa pembayaran selama 32 tahun. Tak hanya itu, ADB mengklaim bakal memberikan bantuan teknis untuk mendukung kajian kebutuhan kerusakan serta perencanaan pemulihan dan rekonstruksi.

Rencana bantuan tersebut menyusul hibah darurat senilai 3 juta dolar AS yang telah digelontorkan pada 8 Oktober 2018 lalu. Dana yang berasal dari Asia Pacific Disaster Response Fund tersebut secara khusus diberikan untuk mendukung upaya pemberian bantuan dengan segera di Sulawesi Tengah.

Masih dalam keterangan tersebut, Presiden ADB Takehiko Nakao turut memuji-muji fundamental perekonomian Indonesia yang kuat saat ini. Nakao menilai sejumlah indikator ekonomi Indonesia, seperti pertumbuhan PDB sebesar 5,2 persen, inflasi sebesar 3,4 persen, dan defisit transaksi berjalan sekitar 2,5 persen, membuktikan manajemen pengelolaannya yang baik.

“Depresiasi baru-baru ini terhadap rupiah adalah karena dorongan spekulasi, karena posisi makroekonomi Indonesia secara keseluruhan masih kuat,” kata Nakao.

Baca juga artikel terkait GEMPA PALU DAN DONGGALA atau tulisan lainnya dari Damianus Andreas

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Damianus Andreas
Penulis: Damianus Andreas
Editor: Alexander Haryanto