Menuju konten utama

Ada 268 Korban Kericuhan, Dinkes Bandung Siapkan Posko Evakuasi

Posko evakuasi Dinkes Bandung rencananya akan melibatkan BPBD Kota Bandung dan Diskar Pencegahan Bencana Kota Bandung.

Ada 268 Korban Kericuhan, Dinkes Bandung Siapkan Posko Evakuasi
Seorang peserta aksi mendapatkan perawatan di Aula Kampus Universitas Islam Bandung (Unisba), Bandung, Jawa Barat, Jumat (29/8/2025). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/rwa.

tirto.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mencatat, setidaknya ada 268 korban kericuhan dalam gelombang demo beberapa hari terakhir. Direncanakan, pembukaan posko evakuasi yang melibatkan BPBD Kota Bandung dan Diskar Pencegahan Bencana Kota Bandung.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPTD Pusat Pelayanan Keselamatan Terpadu Dinkes Kota Bandung, Eka Anugrah, melaporkan sebanyak 208 orang dievakuasi dalam kericuhan saat aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Jabar, pada Jumat (29/8/2025).

"Namun yang dirujuk ke rumah sakit itu kurang lebih ada 15-an. Tapi semuanya rawat jalan, tidak ada yang dirawat inap. Tidak ada yang parah," sebut Eka, pada Selasa (2/9/2025).

Lalu berdasarkan data yang dihimpun Unisba, imbas aksi pada Senin (1/9/2025) malam, tercatat ada sebanyak 60-an korban yang terdampak penembakan gas air mata.

Eka memastikan, antisipasi gelombang unjuk rasa akan dilakukan. Di antaranya, melibatkan BPBD Kota Bandung dan Diskar Pencegahan Bencana Kota Bandung.

"Jadi kalau pun memang kita perlu evakuasi korban dalam jumlah yang cukup besar, Pemerintah Kota Bandung juga sudah menyiapkan posko yang itu bisa digunakan," ucap Eka.

Pantauan kontributor Tirto, sejumlah petugas masih tampak berjaga di depan gerbang masuk Unpas dan Unisba. Kaca di area dekat gedung Unpas pecah. Satu sepeda motor yang terparkir di luar kampus juga dilaporkan terbakar.

Di lokasi kejadian, ditemukan sekira 48 proyektil peluru gas air mata yang berserakan, usai aparat melancarkan aksi pembubaran dengan menyisir lingkungan kampus dan menembakkan gas air mata.

Pemkot Bandung akan Gelar Koordinasi Redam Kericuhan

Wakil Wali Kota Bandung Menemui Mahasiswa Unisba

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin saat menemui mahasiswa Unisba di gedung kampus tersebut, pada Selasa (2/9/2025). tirto.id/Amad NZ

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung merespons kejadian penembakan gas air mata yang dilakukan aparat ke sekitar Universitas Pasundan (Unpas) dan Universitas Islam Bandung (Unisba), pada Senin (1/9/2025) malam hingga Selasa (2/9/2025) dini hari.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menyampaikan rasa prihatin atas kejadian tersebut. Namun dia belum bisa memastikan langkah lanjutan yang akan diambil. Kini, pihaknya masih dalam koordinasi dengan aparat dan kewilayahan.

"Kami juga tidak bisa berstatement apa-apa saat ini, kami perlu diskusi dulu dengan prokopimda, TNI, kepolisian terkait hal ini. Kira-kira apa langkah-langkah yang akan kami lakukan," ujar Erwin saat mendatangi kampus Unisba, pada Selasa (2/9/2025).

"Akan kordinasi dengan Polrestabes seperti apa, ya kan, kadang-kadang situasi juga tidak bisa diduga terkait kejadian seperti ini. Jadi saya ke sini hanya memberikan sedikit bantuan saja, takutnya ada apa-apa," imbuhnya.

Pemkot Bandung pun berencana menemui seluruh organisasi masyarakat (ormas) Islam sore ini. Selain meminta masukkan dan doa bersama, anggota ormas Islam diminta untuk turut menjaga keamanan warga. "Juga ormas-ormas Islam ikut menjaga kondusifitas yang ada di kewilayahan. Karena kita perlu kolaborasi, gak bisa sendiri," tandasnya.

Saat disinggung menyoal Bandung Siaga Satu yang ditetapkan Polda Jabar, ia membenarkan kondisi tersebut masih diterapkan di lingkungan Kota Bandung.

Baca juga artikel terkait DEMO RICUH atau tulisan lainnya dari Amad NZ

tirto.id - Flash News
Kontributor: Amad NZ
Penulis: Amad NZ
Editor: Siti Fatimah