tirto.id - Puisi kebangkitan nasional dapat disusun untuk menggelorakan kembali semangat memajukan negara ini. Indonesia memang telah merdeka, namun keberlangsungannya tetap harus dijaga.
Puisi Harkitnas (Hari Kebangkitan Nasional) turut menjadi bukti rasa cinta tanah air. Dalam puisi tentang kebangkitan nasional umumnya tersimpan nilai nasionalisme yang kuat. Pesan tersebut akan tertanam di hati ketika puisi tentang kebangkitan nasional dibaca atau diperdengarkan.
Seperti apa puisi Hari Kebangkitan Nasional? Berikut beberapa contoh puisi kebangkitan nasional singkat, namun penuh makna.
Kumpulan Puisi tentang Hari Kebangkitan Nasional
Banyak orang mengapresiasi Harkitnas dengan membuat puisi. Seperti yang dilakukan berbagai penyair Tanah Air, sebagian puisi gubahannya memiliki semangat nasionalisme tinggi. Tak jarang melalui puisi, seorang penyair mampu mengobarkan semangat juang bagi orang yang mendengar atau membacanya.
Para pelajar pun bisa membuat puisi Harkitnas. Puisi Hari Kebangkitan Nasional untuk anak SD sampai SMA mungkin dikemas dengan bahasa lebih sederhana.
Berikut beberapa contoh puisi tentang kebangkitan nasional:
Contoh Puisi Kebangkitan Nasional (1)
“Gerilya”Oleh: WS Rendra
Tubuh biru
Tatapan mata biru
Lelaki berguling di jalan
Angin tergantung
Terkecap pahitnya tembakau
Bendungan keluh dan bencana
Tubuh biru
Tatapan mata biru
Lelaki berguling di jalan
Dengan tujuh lubang pelor
Diketuk gerbang langit
Dan menyala mentari muda
Melepas kesumatnya
Gadis berjalan di subuh merah
Dengan sayur-mayur di punggung
Melihatnya pertama
Ia beri jeritan manis
Dan duka daun wortel
Tubuh biru
Tatapan mata biru
Lelaki berguling di jalan
Orang-orang kampung mengenalnya
Anak janda berambut ombak
Ditimba air bergantang-gantang
Disiram atas tubuhnya
Tubuh biru tatapan mata biru
Lelaki berguling di jalan
Lewat gardu Belanda dengan berani
Berlindung warna malam Sendiri masuk kota
Ingin ikut ngubur ibunya
Contoh Puisi Kebangkitan Nasional (2)
"Diponegoro"Oleh: Chairil Anwar
Di masa pembangunan ini
Tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.
MAJU
Ini barisan tak bergenderang berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.
Sekali berarti
Sudah itu mati.
MAJU
Bagimu Negeri
Menyediakan api
Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sungguhpun dalam ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai.
Maju.
Serbu.
Serang.
Terjang.
Contoh Puisi Kebangkitan Nasional (3)
"Kita adalah Pemilik Sah Republik Ini"Oleh: Taufik Ismail
Tidak ada pilihan lain
Kita harus
Berjalan terus
Karena berhenti atau mundur
Berarti hancur
Apakah akan kita jual keyakinan kita
Dalam pengabdian tanpa harga
Akan maukah kita duduk satu meja
Dengan para pembunuh tahun yang lalu
Dalam setiap kalimat yang berakhiran
“Duli Tuanku ?”
Tidak ada lagi pilihan lain
Kita harus
Berjalan terus
Kita adalah manusia bermata sayu, yang di tepi jalan
Mengacungkan tangan untuk oplet dan bus yang penuh
Kita adalah berpuluh juta yang bertahun hidup sengsara
Dipukul banjir, gunung api, kutuk dan hama
Dan bertanya-tanya inikah yang namanya merdeka
Kita yang tidak punya kepentingan dengan seribu slogan
Dan seribu pengeras suara yang hampa suara
Tidak ada lagi pilihan lain
Kita harus
Berjalan terus
Contoh Puisi Kebangkitan Nasional (4)
"Museum Perjuangan" Oleh: KuntowijoyoSusunan batu yang bulat bentuknya
berdiri kukuh menjaga senapan tua
peluru menggeletak di atas meja
menanti putusan pengunjungnya.
Aku tahu sudah, di dalamnya
tersimpan darah dan air mata kekasih
Aku tahu sudah, di bawahnya
terkubur kenangan dan impian
Aku tahu sudah, suatu kali
ibu-ibu direnggut cintanya
dan tak pernah kembali
Bukalah tutupnya
senapan akan kembali berbunyi
meneriakkan semboyan
Merdeka atau Mati.
Ingatlah, sesudah sebuah perang
selalu pertempuran yang baru
melawan dirimu.
Contoh Puisi Kebangkitan Nasional (5)
"Monginsidi"Oleh: Subagio Sastrowardoyo
Aku adalah dia
yang dibesarkan dengan dongeng
di dada bunda
Aku adalah dia
yang takut gerak bayang
di malam gelam
Aku adalah dia
yang meniru bapak
mengisap pipa dekat meja
Aku adalah dia
yang mengangankan jadi seniman
melukis keindahan
AKu adalah dia
yang menangis terharu
mendengar lagu merdeka
Aku adalah dia
yang turut dengan barisan pemberontak
ke garis pertempuran
Aku adalah dia
yang memimpin pasukan gerilya
membebaskan kota
Aku adalah dia
yang disanjung kawan
sebagai pahlawan bangsa
Aku adalah dia
yang terperangkap siasat musuh
karena pengkhianatan
Aku adalah dia
yang digiring sebagai hewan
di muka regu eksekusi
Aku adalah dia
yang berteriak ‘merdeka’ sebelum ditembak mati
Aku adalah dia,
ingat, aku adalah dia
Contoh Puisi Kebangkitan Nasional (6)
"Kubu"Oleh: Subagio Sastrowardoyo
Bagaimana akan bergembira kalau pada detik ini ada bayi mati kelaparan
atau seorang istri bunuh diri karena sepi
atau setengah rakyat terserang wabah sakit –
barangkali di dekat sini atau jauh di kampung orang,
Tak ada alasan untuk bergembira selama masih ada orang menangis
di hati atau berteriak serak
minta merdeka sebagai manusia yang terhormat dan berpribadi –
barangkali di dekat sini atau jauh di kampung orang.
Inilah saatnya untuk berdiam diri dan berdoa
untuk dunia yang lebih bahagia atau menyiapkan senjata
dekat dinding kubu dan menanti.
Contoh Puisi Kebangkitan Nasional Bebas (7)
"Bangkitnya Negeriku"Setiap pagi terasa sunyi
Tapi negeriku selalu berseri
Seruan bangkit terus saja bergema
di seantero jagad raya
Tidak mudah mengingat masa lalu kelam
Perjuangan pejuang berusaha diredam
Mereka tetap maju demi kemerdekaan
Berbekal ilmu dan sikap kebangsaan
Semangat kebangkitan nasional menggugah kembali
Agar bangsa ini berdiri dan mandiri
Melawan nista dan menolak prahara
Menuju cahaya yang dicita-cita
Segera rapatkan barisan kita,
Menjunjung tinggi nilai jati diri.
Isi perjuangan modern dengan aksi nyata
Demi bangkit Indonesia dan cinta cinta negeri
Contoh Puisi Kebangkitan Nasional Bebas (8)
"Bangkit dengan Prestasi"Hari Kebangkitan Nasional di depan mata
Waktunya kita ikut berperan serta
Lakukan semua hal yang kita bisa
Demi memajukan Indonesia tercinta
Tak pernah lapuk hati ini mencinta
Tanah Air bangsa yang kaya raya
Pesonanya tak akan pernah terlupa
Kan ku kenang sampai kapan pun juga
Aku berjanji mempertahankan itu semua
Bangsa ini tak boleh menjadi terbelakang
Sebagai pelajar, aku berikrar dengan lantang
Demi Indonesia, kabangkitan kan ku wujudkan dengan langkah nyata
Hari ini aku sibuk belajar
Di masa depan, kemajuan negeriku ku kejar
Indonesia tidak boleh berjalan paling belakang
Bangsa ini mesti bangkit sebagai yang terdepan
Contoh Puisi Kebangkitan Nasional Bebas (9)
"Perjuangan dalam Kezaliman"
Aku tidak mau berpangku tangan
Hanya diam menyaksikan bangsaku merana
Semangat di dada terus akan membara
Untuk memajukan negeri dan menggenggam asa
Meski Tanah Airku sedang tidak baik-baik saja
Kezaliman modern datang dengan beragam rupa
Korupsi dan kolusi belum ada tanda berhenti
Kebijakan negeri kadang datang menyakiti
Aku memutuskan tidak untuk menyerah
Tak ku biarkan negeraku dicuri para bedebah
Kan ku tunjukkan negeri ini berprestasi kembali
dan membungkam para tikus negeri
Semangat kebangkitan nasional harus selalu menyala
Negeri ini butuh karya para pemuda
Integritas benar-benar dibutuhkan
Demi merawat Indonesia tetap menawan
Contoh Puisi Kebangkitan Nasional Bebas (10)
“Menjaga Hati untuk Kebangkitan Negeri”Tak peduli panas cukup menyengat
Langkah ini tak pantas menjadi surut
Raga memang cukup letih berjalan
Demi negeri ini harus terus bertahan
Tidak ada pedang digenggam tangan
Hanya bermodal pikiran dan ilmu untuk melangkah
Perjuangan ini bukan untuk menumpahkan darah
Tapi mengubah cara pandang agar berjalan beriringan
Waktu boleh terus berputar
Namun membangun bangsa tak boleh berhenti
Semangat kebangkitan jangan sampai pudar
Demi kebaikan untuk seluruh negeri
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Fadli Nasrudin
Penyelaras: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id






































