Menuju konten utama

4 Startup Lokal Berbasis ESG Dapat Donor US$400 Ribu dari UNDP

Empat start up lokal mendapat kucuran dana 400 ribu dolar AS dari UNDP agar bisa menerapkan prinsip pengelolaan bisnis berbasis ESG.

4 Startup Lokal Berbasis ESG Dapat Donor US$400 Ribu dari UNDP
Direktur Utama Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), Joko Tri Haryanto. (Tirto.id/Faesal Mubarok)

tirto.id - Direktur Utama Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), Joko Tri Haryanto, menuturkan United Nations Development Programme (UNDP) memberikan donor senilai 400 ribu dolar AS yang dibagikan untuk empat startup lokal untuk menerapkan prinsip dan standar pengelolaan bisnis berdasarkan environmental, social, and governance (ESG).

“Selama ini, aktivitas bisnis sering dianggap hanya mengejar pertumbuhan, namun kurang memikirkan dampak lingkungan dan sosial sehingga muncul kerangka Environmental, Social dan Governance (ESG),” kata Joko saat menghadiri acara Catalytic Funding for Indonesia Impact Fund Investee in Leveraging Impact dan Incentivize Mitigation Plans and Outcomes, Jakarta, Senin (11/12/2023).

Kucuran dana tersebut diserahkan kepada empat startup yang dikelola oleh Mandiri Capital Indonesia, di antaranya startup daur ulang atau waste management GreenHope, startup pendidikan Bahasa Inggris Cakap, startup akuakultur Fishlog dan Delos.

Pendanaan dari UNDP dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama, diberikan total 20 persen, kedua 30 persen, kemudian terakhir diserahkan sebesar 50 persen.

“Dari UNDP, itu memberikan ke kami sebesar 400.000 dolar AS, kemudian kita bagi untuk empat startup masing-masing dapat 100.000 dolar AS,” kata Joko.

“Ada empat startup yang sudah bergabung di batch pertama, empat startup ini sudah join juga di Indonesia Impact Fund, jadi kita ambil dari Indonesia Impact Fund,” tambah dia.

Dari pendanaan tersebut, kata Joko, akan dievaluasi selama setahun, mulai Desember 2023 sampai dengan Oktober 2024. Nantinya, evaluasi akan mempertimbangkan ESG dan infrastruktur yang dibangun.

“Sekolah ESG-nya dikelola oleh kami, BPDLH dan financing-nya di bawah Mandiri Capital Indonesia,” ujarnya.

“Ketika perjalanan [evaluasi] kan kita akan bikin estimasi market, kira-kira ketika sampai periode Oktober ketika mereka siap dari sisi financing, kemudian ESG levelnya juga sudah siap, nanti recap value dari startup-nya berapa, nanti kita buka proyeksi market-nya,” kata Joko.

Joko menuturkan, empat startup akan dipersiapkan layaknya startup unicorn Indonesia E-Fishery, yang mana sudah ditahap go international. “E-Fishery kan salah satu contoh dari startup yang sudah bisa go international dan juga unicorn kurang lebih valuasinya seperti itu,” ucap dia.

Pendanaan berkelanjutan berbasis prinsip ESG diterapkan di Indonesia dalam berbagai instrumen dan skema pendanaan inovatif. Program Catalytic Funding bertujuan meningkatkan dan mempercepat kontribusi dampak investasi BPDLH dalam mencapai target pembangunan berkelanjutan.

Acara pendanaan untuk startup tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, Resident Representative UNDP Indonesia, Norimasa Shimomura serta Ueda Hajime, Minister Economic Affairs, Kedutaan Besar Jepang untuk Republik Indonesia.

Baca juga artikel terkait UNDP atau tulisan lainnya dari Faesal Mubarok

tirto.id - Bisnis
Reporter: Faesal Mubarok
Penulis: Faesal Mubarok
Editor: Maya Saputri