Menuju konten utama

3.761 Personel Dikerahkan Amankan Demo di DPR dan Sekitar Monas

Kepolisian menyatakan massa aksi di sekitar Monas berasal dari PB PMII sementara aksi di depan Gedung DPR/MPR RI berasal dari DPN KNARA.

3.761 Personel Dikerahkan Amankan Demo di DPR dan Sekitar Monas
Polisi memblokade jalan menuju Bundaran HI saat berlangsungnya aksi unjuk rasa mahasiswa di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (12/6/2026). Unjuk rasa mahasiswa tersebut untuk menuntut perbaikan tata kelola perekonomian nasional. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Polri mengerahkan 3.761 personel untuk mengawal aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI dan sekitar Monas, hari ini, Senin (22/6/2026). Personel pengamanan yang dikerahkan terdiri atas jajaran Polda Metro Jaya, polres, hingga polsek.

"3.761 personel gabungan dari Polda, Polres, Polsek jajaran dikerahkan untuk pelayanan unjuk rasa wilayah Jakpus, hari ini," ucap Kasihumas Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Erlyn Sumitro, dalam keterangan resmi, Senin (22/6/2026).

Erlyn menyebut, berdasarkan pemberitahuan ke kepolisian, massa aksi di sekitar Monas berasal dari Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) pada pukul 10.00 WIB. Sedangkan aksi di depan Gedung DPR/MPR RI berasal dari Dewan Pengurus Nasional Koalisi Nasional Reforma Agraria (DPN KNARA) yang akan memulai unjuk rasa sekitar pukul 11.00 WIB.

Dia mengatakan, polisi menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Oleh karena itu, kata Erlyn, pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.

“Polri menghormati hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Kehadiran personel di lapangan adalah untuk memberikan pelayanan dan pengamanan agar kegiatan berjalan aman, tertib, serta tidak mengganggu masyarakat lainnya,” ujar dia.

Erlyn mengimbau massa tidak membawa benda berbahaya, tidak melakukan perusakan, serta tetap menghormati pengguna jalan dan masyarakat di sekitar lokasi aksi. Erlyn pun mengimbau peserta aksi agar menyampaikan aspirasi secara tertib.

Menurut dia, personel juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap sejumlah dinamika di lapangan, mulai dari kepadatan lalu lintas, konvoi kendaraan, penutupan jalan secara situasional, gangguan terhadap fasilitas umum, hingga potensi tindak kriminalitas. Jajaran kepolisian juga menyiapkan pengaturan lalu lintas secara situasional di sekitar lokasi aksi.

“Pengaturan lalu lintas kami siapkan secara situasional. Apabila terjadi kepadatan atau ada kebutuhan pengalihan arus di sekitar lokasi aksi, petugas akan melakukan rekayasa lalu lintas dengan tetap memprioritaskan keselamatan peserta aksi dan masyarakat pengguna jalan,” ungkap dia.

Baca juga artikel terkait AKSI DEMO atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Andrian Pratama Taher