312 Pekerja Migran Indonesia di Batam Positif COVID-19

Reporter: - 15 September 2021
Dibaca Normal 1 menit
Para pekerja migran ini baru pulang dari Malaysia dan Singapura. Sebanyak 310 di antaranya dirawat di RS Khusus Infeksi Pulau Galang.
tirto.id - Sebanyak 312 orang pekerja migran Indonesia (PMI) yang baru pulang dari Malaysia dan Singapura terkonfirmasi positif COVID-19. Sebagian besar kini dirawat di Rumah Sakit Khusus Infeksi Pulau Galang, Kepulauan Riau.

Ketua Satuan Tugas Khusus COVID-19 Daerah Perlintasan Kepri Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu mengatakan dari 312 orang PMI yang positif COVID-19, sebanyak 310 di antaranya dirawat di RS Khusus Infeksi Pulau Galang.

Dua orang lainnya ditangani di rumah sakit rujukan di kota Batam karena memiliki komorbid.

"Karena kami juga punya keterbatasan di RSKI. Untuk penyakit berat, yang punya penyakit kormobid dievakuasi ke RS yang memang punya fasilitas lebih," kata Jimmy di Batam, Rabu (15/9/2021) dilansir dari Antara.

Jimmy mengatakan dengan adanya 310 orang PMI yang dirawat di RSKI, maka tingkat keterisian di rumah sakit darurat itu mencapai 80 persen. "Banyak yang positif sekarang," katanya.

Selain mereka yang dinyatakan positif COVID-19, sekitar 1.300 PMI juga masih menjalani karantina di Batam sepulang dari Malaysia dan Singapura.

Sesuai prosedur, setibanya di Batam, seluruh PMI harus menjalani tes usap PCR COVID-19. Apabila hasilnya positif, maka harus langsung diisolasi di RSKI Pulau Galang. Apabila hasilnya negatif maka harus melaksanakan karantina selama delapan hari.

"Kalau dikarantina, di tujuh hotel yang kami siapkan termasuk rusun-rusun Pemkot, BP Batam plus Putra Jaya," kata dia.

Setelah menyelesaikan masa karantina dan isolasi seusia aturan Permenkes maka PMI yang sebelumnya dinyatakan positif dan negatif COVID-19 akan diberikan surat keterangan.

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan belum ada PMI yang meninggal saat menjalani karantina atau isolasi di Batam.


Baca juga artikel terkait PEKERJA MIGRAN INDONESIA atau tulisan menarik lainnya
(tirto.id - Kesehatan)

Sumber: Antara
Editor: Bayu Septianto
DarkLight