100 Hari Anies-Sandi: Isu Reklamasi Paling Banyak Dibicarakan Media

Oleh: Hendra Friana - 25 Januari 2018
Indonesia Indicator merilis 10 isu yang paling banyak dibicarakan media terkait kepemimpinan Anies-Sandi, salah satunya isu reklamasi.
tirto.id - Tepat hari ini, Kamis 25 Januari 2018, Gubernur dan Wakil Gubernur Anies Baswedan-Sandiaga Uno memasuki 100 hari masa kepemimpinannya di DKI Jakarta. Keduanya sudah menerbitkan beragam kebijakan dan mulai dirasakan masyarakat sejak keduanya dilantik 16 Oktober 2017.

Namun dari sekian banyak kebijakan, isu reklamasi dan Tanah Abang mendapat respons paling besar di media dibandingkan isu-isu lainnya dalam seratus hari kepemimpinan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, demikian menurut data Indonesia Indicator.

Direktur Indonesia Indicator Rustika Herlambang mengatakan, data itu dihasilkan dari riset menggunakan teknologi artificial intelligence terhadap 86 ribu berita dari 1.909 media online.

"Tapi sample-nya dari 1.036 media online berbahasa Indonesia," ungkap Herlambang saat dihubungi Tirto, Kamis (25/1/2018).

Dari riset tersebut, Indonesia Indicator mendapati 10 isu yang paling banyak dibicarakan media mengenai kepemimpinan Anies-Sandi antara lain: Reklamasi, Tanah Abang, Alexis, DP 0 persen, OK-OCE, Pidato Pribumi, TGUPP, Asian Games, Pilpres, Monas.

Sementara Reklamasi dan Tanah Abang mendapat persentase yang sama yakni 17 persen. Sedangkan Alexis 13 persen, Asian Games 10 persen, Pilpres 9 persen, DP 0 persen dan OK-OCE sebesar 7 persen, sementara sisanya Monas, TGUPP dan Pidato Pribumi sebanyak 6 persen.

Rustika menyampaikan, dua dari lima isu terbesar yang ditujukan pada Anies Baswedan lebih banyak diisi oleh isu di luar program, yakni Pilpres 2019 dan pidato "Pribumi" yang dianggap kontroversial.

Sementara tiga isu lainnya, adalah program dan janji kerja Anies-Sandi, yakni Reklamasi, Alexis dan penataan Tanah Abang.


Baca juga artikel terkait ANIES-SANDIAGA atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Politik)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Alexander Haryanto