Menuju konten utama

45 Contoh Makanan Fungsional Beserta Jenis dan Manfaatnya

Makanan fungsional semestinya memberikan manfaat dan gizi tambahan bagi tubuh. Lantas, apa saja contoh makanan fungsional? Baca selengkapnya di artikel ini.

45 Contoh Makanan Fungsional Beserta Jenis dan Manfaatnya
Ilustrasi makanan sehat. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Contoh makanan fungsional mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Beragam jenis sayuran, kacang-kacangan, hingga olahan susu, merupakan bagian dari contoh makanan fungsional. Lalu, apa pengertian makanan fungsional?

Makanan fungsional kerap juga disebut dengan istilah pangan fungsional. Dalam definisi ringkas, makanan fungsional adalah makanan yang dapat memberikan manfaat bagi tubuh. Artinya, makanan fungsional bisa memberikan nilai tambah gizi yang mendukung kesehatan manusia.

Merujuk ke rumusan pengertian dalam modul PKWU Pengolahan (2020) terbitan Kemdikbud, makanan fungsional adalah makanan yang mengandung nutrisi ataupun zat tertentu yang sudah ada di dalamnya, dan bermanfaat untuk kesehatan tubuh.

Sementara itu, mengutip dari artikel "Pangan Fungsional dan Prospek Pengembangannya" (2013) yang ditulis I Ketut Suter, makanan fungsional secara khusus punya pengaruh signifikan terhadap kesehatan tubuh seseorang.

Contoh Makanan Fungsional Modifikasi dan Konvensional

Makanan fungsional dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari dengan mudah. Contoh makanan fungsional yang mudah dibuat ialah jus buah, sereal, dan santan.

Selengkapnya, berikut beragam contoh makanan fungsional, baik modern maupun tradisional.

1. Contoh makanan fungsional modifikasi

Berikut contoh makanan fungsional modifikasi, atau biasa disebut juga makanan fungsional modern.

  1. Air heksagonal
  2. Sosis dengan oligosakarida, serat, dan kalsium
  3. Minuman isotonik
  4. Yogurt
  5. Jus buah dalam kemasan
  6. Susu almond
  7. Beras shirataki
  8. Susu dengan suplemen atau vitamin tertentu
  9. Susu rendah lemak
  10. Susu kedelai
  11. Santan
  12. Pasta
  13. Sereal
  14. Granola
  15. Oat

2. Contoh makanan fungsional konvensional

Berikut beberapa contoh makanan fungsional konvensional, kerap juga disebut sebagai makanan fungsional tradisional.

  1. Bayam
  2. Kangkung
  3. Kembang kol
  4. Brokoli
  5. Kacang almond
  6. Kacang mete
  7. Kacang pistachio
  8. Buncis
  9. Kacang hitam
  10. Gandum
  11. Soba
  12. Beras merah
  13. Ikan sarden
  14. Salmon
  15. Ikan tuna
  16. Ikan Lele
  17. Ikan Patin
  18. Belut
  19. Ikan Nila
  20. Kunyit
  21. Kayu manis
  22. Jahe
  23. Temulawak
  24. Kopi
  25. Teh hijau
  26. Teh hitam
  27. Daging ayam
  28. Daging sapi
  29. Daging domba
  30. Air kelapa

Jenis Makanan Fungsional

Subroto dalam bukunya, Real Food True Health: Makanan Sehat untuk Hidup Lebih Sehat (2008), menjelaskan bahwa jenis makanan fungsional bisa dikategorikan berdasarkan sumber dan cara pengolahannya.

A. Jenis Makanan Fungsional Berdasarkan Sumbernya

Ada dua jenis makanan fungsional berdasarkan sumbernya, yakni:

1. Makanan fungsional nabati

Makanan fungsional nabati adalah jenis makanan fungsional yang bersumber dari tumbuhan, seperti keledai, beras merah, tomat, dan anggur.

2. Makanan fungsional hewani

Makanan fungsional hewani adalah jenis makanan fungsional yang bersumber dari hewan, misalnya ikan, daging, dan susu.

B. Jenis Makanan Fungsional Berdasarkan Cara Pengolahannya

Jenis makanan fungsional berdasarkan cara pengolahannya bisa dibedakan menjadi dua, yakni:

1. Makanan fungsional konvensional

Makanan fungsional konvensional biasa disebut juga makanan fungsional tradisional. Ini merujuk pada makanan fungsional yang tersedia di alam, diolah dengan cara yang turun-temurun. Contoh makanan fungsional tradisional ialah jamu temulawak, temuireng, dan sebagainya.

2. Makanan fungsional modifikasi

Makanan fungsional modifikasi, atau kerap disebut sebagai makanan fungsional modern, merujuk pada makanan yang dibuat khusus dengan resep-resep baru. Biasanya, jenis pangan fungsional ini dapat diproduksi secara massal, bahkan dibuat oleh pabrik.

Proses pengolahan dengan pemberian zat tambahan membuat makanan dan minuman itu menjadi sumber nutrisi bagi tubuh, seperti vitamin, zat mineral, probiotik, hingga serat.

Manfaat Makanan Fungsional

Dalam Conference on East-West Perspective on Functional Foods pada 1996, kriteria makanan fungsional sempat dibahas. Kesimpulannya, makanan fungsional adalah pangan dengan kandungan komponen aktif yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan, di luar impak positif yang diberikan oleh zat gizi utamanya.

Manfaat makanan fungsional ialah membantu mempercepat proses tertentu di dalam tubuh. Misalnya, meningkatkan mekanisme pertahanan secara biologis, mencegah penyakit tertentu, membantu penyembuhan, menghambat proses penuaan, dan sebagainya.

Merujuk situs web Food Tech Binus, makanan fungsional harus sesuai dengan tiga syarat manfaat, meliputi:

  • Berupa produk pangan yang berasal dari bahan pangan alami
  • Dapat dikonsumsi sebagai bagian dari makanan sehari-hari
  • Punya fungsi tertentu saat dicerna dan memberikan peranan tertentu dalam proses metabolisme yang mendukung kesehatan tubuh

Baca juga artikel terkait EDUKASI DAN AGAMA atau tulisan lainnya dari Sulthoni

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Sulthoni
Penulis: Sulthoni
Editor: Addi M Idhom
Penyelaras: Fadli Nasrudin