Yogyakarta Harus Punya Lebih Banyak Atraksi Wisata

Oleh: Mutaya Saroh - 19 November 2016
Pemerintah dan stakeholder yang tertarik dengan isu pengembangan pariwisata Yogyakarta utamanya daerah Gunung Kidul, akan bekerjasama menambah atraksi wisata di daerah tersebut dengan tujuan meningkatkan masa kunjungan wisatawan.
tirto.id - Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) disebut-sebut sebagai destinasi pariwisata terbesar di Indonesia setelah Bali namun belum memiliki masa kunjungan yang lama, minimal lebih dari dua hari per wisatawan. Oleh karena itu, pemerintah dan stakeholder yang tertarik dengan isu pengembangan pariwisata Yogyakarta utamanya daerah Gunung Kidul, akan bekerjasama menambah atraksi wisata di daerah tersebut dengan tujuan meningkatkan masa kunjungan wisatawan.

Menyadari potensi Gunung Kidul sebagai lokasi yang tepat untuk pembangunan hotel, resort, lapangan golf, restoran dan sebagainya untuk mendorong industri pariwisata setempat, Bank Central Asia (BCA) melakukan berbagai upaya untuk mendorong peningkatan kualitas pariwisata di daerah tersebut, antara lain dengan membangun beberapa program pengembangan Goa Pindul, meliputi pelatihan layanan prima, pelatihan leadership, dan pelatihan marketing online.

Di samping itu, BCA juga memiliki sekolah binaan di sekitar Gunung Kidul, yaitu untuk kelas 6 SD, 3 SMP dan 1 SMA. BCA juuga merambah bidang kesehatan, seperti memberikan kaca mata minus pada murid di sekolah binaan yang membutuhkan kacamata serta memberikan pegobatan gratis di kelas 6 SD serta desa wisata wirawisata Goa Pindul.

“Kegiatan-kegiatan pendukung pengembangan perekonomian melalui industri pariwisata merupakan bagian dari program solusi bisnis unggul yang berada di bawah payung program Bakti BCA. Program-program ini merupakan tanggungjawab kami sebagai salah satu institusi keuangan yang tumbuh dan berkembang dengan seiring pembangunan kesejahteraan masyarakat,” ujar Direktur BCA Suwignyo Budiman, dalam acara Seminar Pengembangan Industri Pariwisata di Gunung Kidul, Yogya, Jumat (18/11/2016).

Menurut Suwignyo, dengan berbagi program yang telah dilakukan dapa dilihat hasil yang positif, di antaranya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang sadar wisata, penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan desa wisata serta peningkatan tingkat pendidikan masyarakat.

“Ke depan, dengan berbagai program, Gunung Kidul dapat menjadi salah satu destinasi penting pariwisata nasional,” ujar Suwignyo.

Baca juga artikel terkait DESTINASI WISATA YOGYAKARTA atau tulisan menarik lainnya Mutaya Saroh
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Mutaya Saroh
Penulis: Mutaya Saroh
Editor: Mutaya Saroh