Yang Kaya dan Murah Hati

Oleh: Arman Dhani - 29 September 2016
Dibaca Normal 3 menit
Memberi itu membebaskan. Dalam riset yang dilakukan oleh Global Charity baru-baru ini diketahui Myanmar sebagai negara dengan penduduk paling murah hati sedunia. Mereka paling gemar bersedekah dan berbagi. Tapi siapakah manusia paling murah hati di dunia?
tirto.id - Ketika Priscilla Chan, seorang lulusan Biologi dari Universitas Harvard melahirkan anak perempuan, ia bersama suaminya Mark Zuckerberg memutuskan untuk memberi lebih banyak pada dunia. Keluarga Zuckerbergs ini memutuskan untuk memberikan 99 persen kepemilikan saham mereka, yang pada 2015 bernilai 45 miliar dolar, untuk kepentingan amal. Organisasi itu kemudian diberi nama Chan Zuckerberg Initiative, yang bertujuan untuk mengembangkan potensi manusia untuk mengembangkan kesetaraan.

Sementara Peter Hall, CEO dan Chief Investment Officer dari perusahaan investasi Hunter Hall menyumbangkan secara langsung hartanya senilai 20 juta dolar untuk konservasi laut, aktivisme anti perburuan ikan paus, dan perlindungan hewan langka. Ia secara langsung menangani dan aktif mengkampanyekan perlindungan Badak Jawa dan Sumatera dari kepunahan. Dalam wawancara bersama Forbes diketahui bahwa ia menganggap harta yang ia miliki sebagai tanggung jawab. Sebagai pecinta hewan ia menganggap melindungi hewan sebagai tanggung jawab terhadap sesama.

Mark dan Priscila, serta Peter Hall merupakan bagian dari orang-orang kaya yang memilih jalan sebagai filantropi. Mereka tak tanggung-tanggung mendonasikan hartanya yang cukup besar untuk kepentingan umat manusia yang lebih besar. Soal maksud dari donasi tersebut, sepertinya hanya mereka dan Tuhan yang tahu. Yang pasti, lembaga yang mereka dirikan sudah cukup banyak membantu umat manusia.

Lantas, siapakah filantropis paling murah hati 2015? Samantha Lee dari Business Insider menuliskan setidaknya ada 20 orang kaya di dunia dengan nilai amal yang fantastis. Business Insider bersama Wealth-X menyusun orang-orang kaya di dunia dengan nilai donasi amal mereka selama ini. Salah satu pioner filantropis Amerika, Andrew Carnegie, pernah berkata tidak ada orang yang menjadi kaya tanpa memperkaya orang lain. “Siapapun yang mati kaya semestinya malu,” katanya.

Business Insider dan Wealth-X menentukan Generosity Index berdasarkan rasio antara nilai amal yang dikeluarkan dan kekayaan yang saat ini dimiliki seseorang. Beberapa orang filantropi dunia seperti Chuck Feeney, pengusaha ritel yang kaya ini telah menyumbang untuk amal lebih dari nilai kekayaannya sendiri. Dengan nilai total amal sebesar 106,8 miliar dolar sumbangan para filantropi ini tersebar dalam berbagai bidang. Seperti ilmu pengetahuan, pembangunan desa berkembang, akses air minum, pemberdayaan manusia, rekonstruksi pascaperang, pengungsian, sampai dengan pendidikan khusus untuk anak perempuan.

Di posisi paling buncit dari daftar 20 filantropi paling murah hati dunia ada Dietmar Hopp yang mendonasikan satu miliar dolar selama ia hidup. Saat ini Hopp memiliki aset senilai 6,3 miliar dolar dan tak membuatnya berhenti beramal. Sebagai pengusaha multinasional ia mendirikan Dietmar Hopp Stiftung, lembaga yang mendukung pengembangan olahraga, pendidikan, dan kesehatan di Jerman. Termasuk komitmennya pada ilmu pengetahuan sebagai donatur tetap di the Heidelberg Institute for Stem Cell Technology and Experimental Medicine (HI-STEM).

Pierre Omidyar adalah salah satu penemu dan saat ini petinggi dari eBay. Dengan kekayaan sebesar 6,2 miliar dolar ia telah menyumbangkan setidaknya satu miliar dolar seumur hidupnya. Ia bersama istrinya memulai yayasan yang berkomitmen pada kemanusiaan, seperti menyumbang makanan dan energi bagi mereka yang membutuhkan. Pada 2012 bersama Warren Buffet dan Bill Gates ia berjanji untuk menyumbangkan kekayaannya untuk amal. Pada 2015 ia menyumbangkan 10 persen sahamnya di eBay dengan nilai 270 juta dolar untuk kepentingan amal.

Daftar berikutnya adalah Michael Dell yang dikenal sebagai pemilik raksasa komputer Dell. Sejak 1999 ia telah menyumbang setidaknya 1,1 miliar dolar untuk kepentingan pendidikan, kemanusiaan, seni kebudayaan dan pengembangan komunitas. Tahun lalu ia menyumbang 25 juta dolar untuk pembangunan rumah sakit pendidikan di Austin Texas. Budaya menyumbang untuk amal di kalangan orang kaya Amerika memang mempunyai tradisi panjang dalam sejarah.



Dalam daftar yang disusun Business Insider dan Wealth-X pengusaha asal Amerika menjadi pihak yang paling banyak menyumbang. Michael Bloomberg misalnya, dengan kekayaan saat ini yang mencapai 37, 7 miliar dolar ia telah menyumbang tiga miliar dolar seumur hidupnya. Bloomberg meluncurkan inisiatif “What Works Cities” senilai 42 miliar dolar agar 100 kota yang terpilih bisa mengembangkan data untuk pembangunan.

Meski demikian bukan berarti tidak ada orang kaya non Amerika Serikat yang menyumbang. Carlos Slim Helú pengusaha asal Meksiko ini telah menyumbang sebesar 27,3 miliar dolar seumur hidupnya. Yayasan miliknya menyumbang 100 juta dolar kepada World Wildlife Fund (WWF) untuk melakukan konservasi alam Meksiko. Carlos Slim Helú juga berkomitmen melalui yayasannya untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup warga Meksiko.

Sulaiman bin Abdul Aziz Al Rajhi pendiri dari Al Rajhi Bank menyumbang sebesar 5,7 miliar dolar seumur hidupnya, jauh lebih banyak dari kekayaan yang ia miliki saat ini yaitu 590 juta dolar. Melalui bank syariah yang ia miliki Al Rajhi mendapatkan kekayaan yang menakjubkan. Namun pada 2013 ia berhenti mengurus usahanya dan fokus kegiatan filantropi. Usahanya untuk pengembangan pendidikan, kepentingan agama, dan pembangunan fasilitas kesehatan di Arab Saudi.

Charles Francis Feeney dijuluki sebagai James Bond filantropi. Ia telah menyumbang amal dengan nilai 6,3 miliar dolar seumur hidupnya. Sementara hartanya saat ini hanya sebesar 1,5 juta dolar. Ini membuat Generosity Index miliknya mencapai 420.000 persen! Chuck Feeney memang berkomitmen untuk menyumbangkan seluruh hartanya untuk kepentingan amal melalui The Atlantic Philanthropies yang bergerak pada pergerakan sipil, pendidikan, ilmu pengetahuan, kesehatan di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Vietnam dan Bermuda.

Raja investasi George Soros baru-baru ini menyumbangkan 500 juta dolar untuk para pengungsi dunia. Ini menambah delapan miliar nilai amal yang telah ia sumbangkan selama ini. Lembaga amal miliknya Open Society Foundations berdiri sejak 1979. Kepedulian Soros berfokus pada pemberdayaan komunitas, layanan sosial, kesehatan dan pendidikan. Organisasi ini merupakan salah satu lembaga yang menyediakan beasiswa bagi kelompok kulit hitam untuk kuliah saat apartheid masih terjadi.

Warren Buffett dan Bill Gates merajai donasi kemanusiaan selama ini. Dua orang paling kaya di dunia saat ini masing-masing telah menyumbang lebih dari 20 miliar dolar AS selama seumur hidupnya. Keduanya membuat pakta perjanjian bersama bernama Giving Pledge, program yang mengajak orang kaya di dunia untuk mendonasikan sebanyak-banyaknya harta mereka untuk kepentingan amal.

Baca juga artikel terkait FILANTROPI atau tulisan menarik lainnya Arman Dhani
(tirto.id - Humaniora)

Reporter: Arman Dhani
Penulis: Arman Dhani
Editor: Nurul Qomariyah Pramisti
DarkLight