tirto.id - Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, menegaskan bahwa bantuan sosial (bansos) tidak boleh menjadi alat politik. Ia juga berkomitmen untuk tidak menyalahgunakan jabatannya untuk kepentingan apa pun. Hal ini ia sampaikan dalam podcast Akbar Faizal Uncensored di Jakarta, Kamis (26/6/2025).
“Saya berjuang untuk negara, berjuang untuk bangsa. Persoalan dalam perjuangan itu ada keuntungan politik, yaitu dikenal oleh masyarakat. Tapi kalau diminta menggunakan jabatan untuk kepentingan partai, tidak,” kata Wamensos Agus.
“Kepentingan bangsa, kepentingan negara harus kita tempatkan lebih tinggi dari kepentingan partai dan golongan,” tambahnya.
Wamensos menjelaskan bahwa potensi bansos jadi alat politik tertutup. Sebab, kata dia, mekanisme penyaluran bansos yang dikelola Kemensos diberikan via transfer kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan PT Pos.
Agus Jabo dalam wawancara tersebut juga menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan program-program rakyat, bukan hal yang lain.
“Hidup hanya sekali, nama kita, martabat kita,” tegasnya.
Komitmen ini, sebut Agus Jabo, sesuai dengan pesan Presiden Prabowo agar tidak terlibat korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Selain itu, presiden juga berpesan padanya saat dilantik, yakni bekerjalah dengan data agar bansos dan program pemberdayaan masyarakat tepat sasaran.
“Di sini saya ingin mengajak sesuai perintah Presiden untuk menjadikan Negara yang gemah ripah loh jinawi, semua harus tersenyum, rakyat harus gemuyu,” tegasnya.
Saat ini terdapat 3 juta masyarakat miskin ekstrem seturut Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Presiden meminta kemiskinan ekstrem nol persen pada 2026 demi terwujudnya negara yang gemah ripah loh jinawi.
Salah satu cara untuk mewujudkan hal tersebut ialah melalui program Sekolah Rakyat. Digagas Presiden Prabowo, program ini menyediakan pendidikan gratis berbasis boarding school bagi anak-anak dari keluarga miskin.
Bagi keluarga miskin yang kesulitan membiayai pendidikan anaknya, Sekolah Rakyat menjadi harapan baru. Orang tua siswa pun akan dibantu melalui program pemberdayaan dan perbaikan rumah.
“Negara hadir untuk rakyat,” ujar Agus Jabo.
Menutup podcast, Wamensos berbagi cerita menyentuh dari para orang tua calon siswa Sekolah Rakyat. Mereka berharap anak-anaknya punya masa depan yang lebih baik.
“Ketika bertemu orang tua siswa di beberapa daerah mereka bilang bahwa jangan sampai anak saya jadi seperti saya,” tutupnya.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id

































