tirto.id - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani menggugah semangat dan kepercayaan diri 23 Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) dan jajaran di kementeriannya.
Berbicara di Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Program KP2MI, Wamen Christina ingin jajaran KemenP2MI percaya diri dan memiliki pandangan yang sama soal pelindungan dan target penempatan pekerja migran Indonesia di luar negeri.
Sebagai kementerian baru, lanjut dia, Kepala BP3MI dan jajaran KemenP2MI harus mampu menunjukkan kepada stakeholder bahwa lembaga ini mampu dan patut mendapatkan kenaikan kelas itu.
“Persepsi publik akan Kementerian P2MI sudah sangat baik. Jangan pernah kita tidak percaya diri. Buang jauh-jauh,” tegas Christina Aryani di Jakarta, Sabtu (28/6/2025).
Selain rasa percaya diri, Wamen P2MI juga ingin Kepala BP3MI dan jajaran menggandeng Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).
Maksud dia, agar target penempatan pekerja migran di luar negeri sebesar 425 ribu orang yang dicanangkan Menteri P2MI, Abdul Kadir Karding, tercapai tahun ini.
Christina yang juga eks legislator Senayan itu beralasan, P3MI adalah mitra pemerintah yang membantu target penempatan pekerja migran di luar negeri.
“Kehadiran kementerian kita juga untuk membantu dan mempermudah P3MI, karena kalau hanya berharap kerja sama g to g (government to government) di beberapa negara, tidak akan cukup. Tidak bisa banyak dan cepat. Salah satu sumber utama penempatan adalah P3MI,” ungkapnya.
“P3MI harus dirangkul, diajak ngomong. Tapi tadi guidance Pak Menteri sudah jelas, yang bermasalah (P3MI) tinggalkan,” sambung Wamen P2MI.
Ia juga meminta BP3MI mempermudah proses administrasi dan mempersingkat waktu calon pekerja migran di daerah yang ingin berangkat ke luar negeri.
Harapannya, calon pekerja migran ini berangkat menggunakan jalur prosedural, tidak lagi ilegal menggunakan calo atau lewat jalur tikus.
“BP3MI bisa membantu menyosialisasikan dan memberikan pemahaman kepada mereka (CPMI) soal alur dan proses administrasi tersebut,” kata kandidat doktor ilmu hukum ini.
“Maju mundurnya kementerian ini menjadi tugas kita bersama,” imbuh Christina Aryani.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id






























