Menuju konten utama

Wakil Ketua MPR Berharap Harga BBM Turun Lagi

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Mahyudin, mengatakan bahwa untuk saat ini harga bahan bakar minyak pantas diturunkan, sebab harga minyak mentah dunia juga sedang menurun.

Wakil Ketua MPR Berharap Harga BBM Turun Lagi
Wakil Ketua MPR Mahyudin. ANTARA FOTO/Kornelis Kaha
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Mahyudin di Jakarta, Jumat, (01/4/2016), mengatakan bahwa untuk saat ini harga bahan bakar minyak (BBM) pantas diturunkan, sebab harga minyak mentah dunia juga sedang menurun.

“Menurut saya harga BBM sudah memang pantas diturunkan dan saya masih berharap agar masih bisa diturunkan lagi sebab harga minyak mentah dunia sedang turun," kata Mahyudin di Jakarta, Jumat (01/4/2016).

Mahyudin mengatakan, sebenarnya kebijakan tersebut bisa dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya, tetapi ia juga memaklumi bahwa keputusan yang dibuat pemerintah harus berhati-hati.

"Saya maklum pemerintah sangat hati-hati dalam mengeluarkan keputusan, semua dikaji secara mendalam," katanya

Sebelumnya, Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Iskan Qolba Lubis menilai adanya ketidaktransparan dalam mengelola dan menentukan harga BBM.

"Saat harga minyak dunia naik, pemerintah mengeluh karena harus menambah subsidi minyak dengan standar dunia. Namun, saat harga minyak dunia turun, pemerintah kesulitan untuk menurunkan sesuai harga dunia," ujar Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Menurut Iskan, tingginya harga BBM saat ini karena adanya kesalahan kebijakan dalam mengelola energi yang dilakukan pemerintah.

Kesalahan kebijakan itu, menurutnya dapat dilihat dari pemberlakuan pajak daerah yang berbeda, seperti harga BBM yang cenderung tinggi di beberapa wilayah.

Selain itu, lanjutnya, tidak terintegrasinya sistem pengelolaan antara energi minyak bumi, gas, dan transportasi juga menjadi masalah.

"Pengelolaan BBM, gas, dan transportasi masing-masing jalan sendiri. Belum lagi, masing-masing ada kepentingan yang membuat pengelolaan energi makin buruk," ujar Iskan. (ANT)

Baca juga artikel terkait BAHAN BAKAR MINYAK BBM atau tulisan lainnya

Reporter: Alexander Haryanto