Vatikan Klarifikasi Laporan Paus Fransiskus Anggap Neraka Tak Ada

Oleh: Yuliana Ratnasari - 1 April 2018
Dibaca Normal 1 menit
Vatikan bergegas mengeluarkan pernyataan bahwa ucapan itu merupakan hasil rekonstruksi dan transkripnya tidak sesuai dengan perkataan Paus Fransiskus sebenarnya.
tirto.id - “Tidak ada neraka,” begitulah kutipan ucapan Paus Fransiskus yang dilaporkan dalam sebuah artikel dalam surat kabar Italia La Repubblica pada 28 Maret lalu. Tulisan itu didasarkan pada pertemuan pribadi Paus dengan pendiri harian tersebut, Eugenio Scalfari.

Namun, pernyataan Paus soal keberadaan neraka ini segera diklarifikasi. Vatikan kemudian bergegas mengeluarkan pernyataan singkat bahwa artikel panjang itu hasil rekonstruksi Scalfari dan transkripnya tidak sesuai dengan perkataan Paus.

Seperti dilansir The Guardian, Vatikan mengatakan “kata-kata literal yang diucapkan oleh Paus tidak dikutip” dan “tidak ada kutipan di artikel yang dianggap sebagai transkripsi setia dari kata-kata Bapa Suci.”

Vatikan mengakui pihaknya menyepakati adanya pertemuan pribadi sebelum akhir pekan Paskah antara Bapa Suci dan Scalfari, seorang ateis yang sudah berteman dengan Paus sejak 2013. Namun, seharusnya tidak ada wawancara yang diberikan.

Selama pertemuan itu, Scalfari bertanya kepada Paus Fransiskus ke mana "jiwa jahat" pergi. Paus kemudian menanggapi:

"Mereka tidak dihukum. Mereka yang bertobat mendapatkan pengampunan Tuhan dan mengambil tempat di antara barisan orang-orang yang merenungkan-Nya. Tetapi mereka yang tidak bertobat dan tidak dapat diampuni, lenyap. Neraka tidak ada, yang ada adalah hilangnya jiwa yang berdosa. ”

Pernyataan ini bertolak belakang dengan doktrin Gereja Katolik yang menegaskan keberadaan neraka dan kekekalannya. Jiwa orang berdosa turun ke neraka, di mana mereka menanggung "api abadi", demikian katekismus Katolik menyatakan, seperti dikutip
BBC.

Paus Benediktus XVI mengatakan pada 2007 bahwa neraka “benar-benar ada dan abadi, bahkan jika tidak ada yang membicarakannya lagi.”

Sementara pada tahun 1999 Paus Yohanes Paulus II mengumumkan bahwa neraka adalah “konsekuensi utama dari dosa itu sendiri… [lebih] daripada sebuah tempat, neraka menunjukkan keadaan mereka yang secara bebas dan definitif memisahkan diri dari Tuhan, sumber dari semua kehidupan dan sukacita.”

Namun, Kardinal Vincent Nichols mengatakan kepada BBC bahwa "tidak ada tempat dalam ajaran Katolik yang benar-benar mengatakan bahwa ada seorang pun di neraka." Menurutnya, Paus tampaknya masih mengeksplorasi "citra neraka: api. Belerang, dan semua itu".

"[Neraka] Itu tidak pernah menjadi bagian dari ajaran Katolik, itu telah menjadi bagian dari ikonografi Katolik, bagian dari ikonografi Kristen," katanya menerangkan.

Ini bukan pertama kalinya Scalfari dianggap salah mengartikan maksud Paus. Pada 2014, dia ditegur oleh Vatikan atas artikel yang mengatakan Paus Fransiskus telah menghapuskan dosa.

Persahabatan antara ia dan Paus pun sempat dikritik. Namun, Scalfari berdalih bahwa Paus yang meminta pertemuan karena dia suka "bertukar ide dan sentimen dengan orang yang tidak percaya [Tuhan]."

Paus Fransiskus pernah memicu kontroversi saat membasuh kaki 12 tahanan di penjara Regina Coeli Roma pada Kamis Putih. Di antara narapidana itu, ada dua orang Muslim, seorang Kristen Ortodoks, dan seorang Budha.

Paus mengatakan kepada mereka: "Setiap orang memiliki kesempatan untuk mengubah kehidupan dan orang tidak dapat menilai."

Itu adalah yang keempat kalinya ia mengadakan misa di penjara Italia sejak menjadi Paus. "Saya orang berdosa seperti Anda tetapi hari ini saya mewakili Yesus ... Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, tidak pernah lelah memaafkan kita," tambahnya.



Baca juga artikel terkait PERAYAAN PASKAH atau tulisan menarik lainnya Yuliana Ratnasari
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Yuliana Ratnasari
Penulis: Yuliana Ratnasari
Editor: Yuliana Ratnasari
DarkLight