Menuju konten utama

Vaksin Kanker Serviks di Indonesia: Harga dan Efek Sampingnya

Vaksin kanker serviks di Indonesia: efek samping dan berapa harganya?

Vaksin Kanker Serviks di Indonesia: Harga dan Efek Sampingnya
Petugas Dinas Kesehatan Kota Denpasar menyuntikkan vaksin kanker serviks kepada seorang siswi saat vaksinasi di SD Saraswati 6 Denpasar, Bali, Selasa (10/9/2019). ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo.

tirto.id - Vaksin kanker serviks atau vaksin human papillomavirus (HPV) akan menjadi vaksin wajib di Indonesia. Kementerian Kesehatan menyebutkan, vaksin HPV ini menyasar pelajar perempuan kelas 5 dan 6 SD.

"HPV diberikan pada siswi kelas 5 dan 6 SD dan diberikan sebanyak dua kali," kata Pelaksana tugas (Plt) Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes, Prima Yosephine, dikutip Antara News.

Prima mengatakan pemberian vaksin HPV berlangsung secara bersamaan dengan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang rutin diselenggarakan pada Agustus dan November setiap tahun.

Ia mengatakan vaksinasi HPV telah dimulai di dua provinsi dan lima kabupaten/kota di Indonesia sejak 2021 dan diperluas di tiga provinsi dan lima kabupaten/kota pada tahun ini.

Rencananya vaksinasi kanker serviks berlaku secara nasional pada 2023-2024. Untuk mempersiapkan hal itu Kemenkes memfasilitasi pelatihan vaksinasi HPV secara berjenjang.

"Untuk DKI dan Bali sudah pelatihan. Tahun ini dan tahun depan kita kembangkan di seluruh kabupaten/kota yang didahului dengan tenaga kesehatan," katanya.

Selain melatih kemampuan sebagai vaksinator, kata Prima, peserta pelatihan juga diajarkan tentang upaya menangkal hoaks atau berita bohong terkait HPV.

"Masyarakat sebenarnya cukup menerima bahwa kanker serviks penyakit mengerikan sehingga penerimaannya cukup baik. Walaupun tidak menutup diri masih ada hoaks," katanya.

Salah satu hoaks terkait vaksin HPV adalah efek samping yang dapat memicu kemandulan. "Kami ada pembekalan panduan terkait hoaks ini," katanya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan vaksinasi HPV merupakan tambahan vaksin wajib di Indonesia dalam program pencegahan kanker.

"Kita akan naikkan vaksin wajibnya kita dari 11 antigen menjadi 14, kita tambah vaksin HPV, PCV sama Rotavirus, terutama karena kematian kanker itu paling banyak wanita Indonesia karena serviks sama kanker payudara, serviks ada vaksinnya," kata Menkes dalam Pertemuan Diaspora Kesehatan Indonesia Kawasan Amerika & Eropa.

Efek Samping Vaksin Kanker Serviks

Menurut CDC, setiap vaksin HPV Gardasil 9, Gardasil, dan Cervarix melalui pengujian keamanan yang ketat sebelum Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) melisensikannya.

CDC telah melakukan pemantauan vaksin HPV lebih dari 15 tahun dan vaksin ini dinyatakan aman. Setiap vaksin ditemukan aman dan efektif dalam uji klinis.

Sejak akhir 2016, Gardasil 9 telah menjadi satu-satunya vaksin HPV yang tersedia untuk digunakan di Amerika Serikat.

Seperti semua vaksin yang disetujui, CDC dan FDA memonitor keamanan vaksin HPV. Setiap masalah keamanan yang terdeteksi dilaporkan kepada pejabat kesehatan, profesional perawatan kesehatan, dan publik.

Vaksin, seperti obat apa pun, dapat memiliki efek samping. Efek samping umum dari suntikan HPV ringan dan membaik dalam satu atau dua hari, yaitu:

- Nyeri, kemerahan, atau bengkak di lengan tempat suntikan diberikan

- Demam

- Pusing atau pingsan

- Mual

- Sakit kepala atau merasa lelah

- Nyeri otot atau sendi

Untuk mencegah pingsan dan cedera akibat pingsan, remaja harus duduk atau berbaring selama vaksinasi dan selama 15 menit setelah mendapatkan suntikan.

Baca juga artikel terkait VAKSIN KANKER SERVIKS atau tulisan lainnya dari Dipna Videlia Putsanra

tirto.id - Kesehatan
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Yantina Debora