Usaha Perdagangan, Hotel dan Restoran Melambat di Triwulan II/2019

Oleh: Hendra Friana - 11 Juli 2019
Dibaca Normal 1 menit
Pemerintah harus mewaspadai perlambatan kegiatan usaha Perdagangan, Hotel & Restoran di triwulan III.
tirto.id - Kegiatan usaha sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran pada kuartal II-2019 meningkat berdasarkan hasil survei Kegiatan Dunia Usaha yang dirilis Bank Indonesia.

Hal ini terlihat dari dari Saldo Baku Tertimbang (SBT) kegiatan usaha sektor tersebut yang tercatat sebesar 4,17 persen, lebih tinggi dibandingkan 0,45 persen pada triwulan I-2019. Bahkan, angka ini lebih tinggi ketimbang periode yang sama di tahun sebelumnya yakni dengan SBT 3,93 persen.

SBT merupakan perkalian antara saldo bersih dan bobot masing-masing sektor ekonomi. Saldo bersih dihitung dengan cara mengurangkan persentase responden yang menjawab "naik" dengan persentase responden yang menjawab "turun". Bila hasilnya positif, itu artinya ekspansi. Sedangkan bila negatif, itu artinya kontraksi.

Meski moncer di triwulan II, pemerintah harus mewaspadai perlambatan kegiatan usaha Perdagangan, Hotel & Restoran di triwulan ini. Sebab, berdasarkan survei BI, sektor ini diperkirakan tumbuh melambat dengan SBT sebesar 2,69 persen.

Berdasarkan rincian subsektor, perlambatan kegiatan usaha itu bahkan diperkirakan terjadi pada semua subsektor, terutama subsektor Perdagangan Besar & Eceran dengan SBT 1,66 persen turun dari 3,29 persen

"Hal ini sejalan dengan berakhirnya pola musiman Ramadan dan Idulfitri yang terjadi pada triwulan II-2019," tulis BI dalam laporan hasil surveinya, yang dirilis hari ini, Kamis (11/7/2019).

Namun demikian, tingkat penggunaan tenaga kerja sektor perdagangan, hotel dan restoran pada triwulan III-2019 diprakirakan tetap tumbuh dengan SBT sebesar 0,75 persen.

Berkah Ramadan di Triwulan II/2019

Berdasarkan rincian subsektor, kegiatan usaha sektor tersebut terutama pada subsektor Perdagangan Besar & Eceran dengan SBT 3,29 persen. "Hal ini didorong oleh peningkatan permintaan saat Ramadan dan Idulfitri," jelas BI dalam laporannya.

Meski demikian, kinerja positif kegiatan usaha sektor Perdagangan, Hotel & Restoran belum berdampak signifikan terhadap tingkat penggunaan tenaga kerja. Hal ini terlihat dari SBT jumlah tenaga kerja triwulan II-2019 yang hanya sebesar 0,04 persen, atau sama dengan SBT periode sebelumnya.

Berdasarkan subsektor, penggunaan tenaga kerja paling tinggi terjadi pada subsektor Restoran dengan SBT 0,17 persen. Sementara penggunaan tenaga kerja pada subsektor Perdagangan Besar & Eceran terindikasi menurun dengan SBT -0,13 persen.


Baca juga artikel terkait HOTEL atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Alexander Haryanto