Update Virus Corona 2 Maret: Jumlah Kasus COVID-19 Capai 88.382

Oleh: Dipna Videlia Putsanra - 2 Maret 2020
Dibaca Normal 1 menit
Jumlah korban virus corona 2 Maret: 88.382 orang terinfeksi COVID-19 dan 2.996 orang meninggal.
tirto.id - Virus corona telah menyebar hingga ke lebih dari 60 negara. Hingga Senin (2/3/2020) pukul 09.00 WIB, jumlah kasus virus corona COVID-19 mencapai 88.382, dengan jumlah kasus terbanyak di Cina 79.826 dan di Korea Selatan dengan jumlah 3.736 kasus.

Negara keempat dengan virus corona COVID-19 adalah Italia sejumlah 1.694 kasus dan Iran dengan 978 kasus. Sementara itu, jumlah total korban meninggal di seluruh dunia mencapai 2.996 orang hingga Senin pagi ini.

Kematian virus corona di daratan Cina bertambah 42 orang pada Minggu (1/2/2020) menurut Komisi Kesehatan Nasional Cina (NHC). Semua kematian baru terjadi di Provinsi Hubei. Kematian ini menambah total korban jiwa di Cina menjadi 2.912, kata NHC.

Ada 129 kematian dilaporkan di luar Cina. Kasus yang dikonfirmasi di Cina sekitar 202. Dari kasus itu, 193 ada di Provinsi Hubei. Itu berarti ada sembilan kasus baru yang dilaporkan di seluruh Cina di luar Hubei, menurut NHC.

Kematian lain di seluruh dunia termasuk:

54 kematian di Iran
34 kematian di Italia
20 kematian di Korea Selatan
12 kematian di Jepang
2 kematian masing-masing di Hong Kong, Perancis, dan Amerika Serikat.
1 kematian masing-masing dilaporkan di Filipina, Taiwan, Australia, dan Thailand.

Jumlah total kasus yang dikonfirmasi di Cina saat ini sekitar 80.026. Sebanyak 44.462 pasien di Cina telah pulih dan dipulangkan dari rumah sakit, kata NHC.

Kematian coronavirus kedua telah dikonfirmasi di King County, Washington, menurut siaran pers dari Seattle dan King County Public Health.

Pasien adalah seorang pria berusia 70-an dengan kondisi kesehatan yang mendasarinya. Dia dirawat di rumah sakit di Evergreen Health di Kirkland dan meninggal Sabtu, kata rilis itu. Kematian pria itu adalah kematian kedua di AS.

New York telah mengkonfirmasi kasus pertama virus corona COVID-19, menurut pernyataan dari Gubernur New York Andrew Cuomo.

Pasien tersebut adalah seorang wanita berusia akhir 30-an, tertular virus saat bepergian ke Iran, dan saat ini diisolasi di rumahnya, kata Cuomo.

"Pasien memiliki gejala pernapasan, tetapi tidak dalam kondisi serius dan telah dalam situasi yang terkendali sejak tiba di New York," kata Cuomo.

Cuomo melanjutkan, persetujuan untuk pengujian diberikan pada Sabtu (29/2/2020) dan pasien tersebut dinyatakan positif COVID-19 oleh Wadsworth Lab New York di Albany.

"Tidak ada alasan untuk terkejut - ini sudah diduga," kata Cuomo. "Seperti yang saya katakan dari awal, itu adalah masalah kapan," ujar Cuomo.

Cuomo menambahkan tidak ada alasan untuk "kecemasan yang berlebihan."

"Risiko publik kena virus corona tetap rendah di New York. Kami akan mengelola situasi ini dan akan terus memberikan informasi saat tersedia," katanya, seperti dikutip CNN.com.


Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Agung DH
DarkLight