Sebagaimana dikutip dari Kyodo yang dilansir Antara Jumat (30/4/2021), aplikasi ini akan terhubung dengan Sistem Catatan Vaksinasi, database pemerintah yang menunjukkan status vaksinasi orang-orang dan didasarkan pada CommonPass, sebuah aplikasi yang dikembangkan dengan melibatkan Forum Ekonomi Dunia.

Langkah ini diambil dengan harapan Jepang dapat melanjutkan perjalanan bisnis yang telah terhenti selama pandemi, bergabung dengan Uni Eropa, Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara dan China.

"Negara-negara lain melakukannya, jadi Jepang harus mempertimbangkannya juga," kata menteri yang bertanggung jawab atas upaya vaksinasi di Jepang, Taro Kono.

Kono sebelumnya berpendapat mewajibkan sertifikasi vaksinasi dapat menyebabkan diskriminasi terhadap orang yang tidak dapat atau tidak mau menerima suntikan karena kemungkinan reaksi alergi atau efek samping.

Oleh karena itu, demi menghilangkan kekhawatiran seperti itu, paspor vaksin juga akan mencantumkan hasil negatif dari reaksi berantai polimerase dan tes antigen.

Skema tersebut diperkirakan tidak akan digunakan di dalam negeri, misalnya untuk masuk ke restoran atau menonton acara olahraga. Jepang saat ini hanya mengizinkan masuknya warga negara mereka dan orang asing dengan "keadaan luar biasa khusus" yang harus menyerahkan hasil negatif tes virus corona 72 jam sebelum keberangkatan mereka.

Angka kasus positif harian dan jumlah kematian terus dilaporkan dari berbagai negara di dunia, meski sejumlah negara tengah menjalankan program vaksinasi, termasuk di Indonesia.

Sementara itu, update terbaru Corona dunia berdasarkan data Worldometers, Jumat (30/4/2021) pukul 09.00 WIB menunjukkan, Covid-19 ini telah menginfeksi 151.117.679 orang secara global.

Jumlah kematian terkonfirmasi sebanyak 3.179.187 orang dari seluruh dunia hingga saat ini dan 129.049.971 dinyatakan sembuh dari penyakit akibat virus mematikan ini.

Tiga negara dengan kasus infeksi tertinggi dunia per pagi ini masih diduduki oleh Amerika Serikat, India, dan Brasil.

Berikut data 10 negara dengan kasus infeksi Corona terbanyak di dunia hingga pagi ini:
  1. Amerika Serikat: 33.044.068 kasus positif, 589.207 orang meninggal dunia, dan 25.641.574 pasien sembuh.
  2. India: 18.754.984 kasus positif, 208.313 orang meninggal dunia, dan 15.373.765 pasien sembuh.
  3. Brasil: 14.592.886 kasus positif, 401.417 orang meninggal dunia, dan 13.152.118 pasien sembuh.
  4. Prancis: 5.592.390 kasus positif, 104.224 orang meninggal dunia, dan 4.498.292 pasien sembuh.
  5. Rusia: 4.796.557 kasus positif, 109.731 orang meninggal dunia, dan 4.419.540 pasien sembuh.
  6. Turki: 4.788.700 kasus positif, 39.737 orang meninggal dunia, dan 4.255.714 pasien sembuh.
  7. Inggris: 4.414.242 kasus positif, 127.502 orang meninggal dunia, dan 4.210.343 pasien sembuh.
  8. Italia: 4.009.208 kasus positif, 120.544 orang meninggal dunia, dan 3.449.955 pasien sembuh.
  9. Spanyol: 3.514.942 kasus positif, 78.080 orang meninggal dunia, dan 3.192.970 pasien sembuh.
  10. Jerman: 3.373.557 kasus positif, 83.221 orang meninggal dunia, dan 2.975.200 pasien sembuh.