tirto.id - Nama Twitter kembali muncul di dunia media sosial melalui Twitter.now, sebuah platform baru yang dikembangkan oleh startup berbasis Virginia, Operation Bluebird.
Platform Twitter.now resmi memasuki tahap pengujian setelah para pendirinya memutuskan untuk tidak lagi menunda peluncuran.
Kehadiran Twitter.now menjadi sorotan bukan hanya karena mencoba menghidupkan kembali identitas Twitter yang dikenal luas sebelum era X, namun juga karena peluncurannya berlangsung di tengah sengketa hukum antara Operation Bluebird dan X Corporation mengenai hak atas nama, logo, serta sejumlah merek dagang yang berkaitan dengan Twitter.
Mengenal Twitter.now?
Stephen Coates, salah satu pendiri Operation Bluebird sekaligus penasihat umum baru Twitter.now, mengatakan perusahaan telah menunggu selama berbulan-bulan untuk meluncurkan produknya.
Menurut Coates, Operation Bluebird merupakan perusahaan kecil yang telah memiliki investor dan produk yang siap digunakan sehingga mereka akhirnya memilih untuk tidak menunggu lebih lama.
“Kami adalah perusahaan kecil, kami memiliki investor, dan kami memiliki produk. Dan kami telah menunggu berbulan-bulan untuk meluncurkannya, dan kami tidak akan menunggu lagi,” kata Stephen Coates dikutip Ars Technica, Kamis(27/8/2026).
Twitter.now dirancang sebagai jejaring sosial yang secara visual dan fungsional memiliki kemiripan dengan Twitter sebelum perubahan nama menjadi X.
Platform tersebut memiliki fitur seperti unggahan, balasan, dan retweet yang sudah sangat identik dengan pengalaman Twitter pada masa lalu. Namun, Operation Bluebird berusaha memberikan pembeda melalui pendekatan yang menitikberatkan pada kepercayaan, transparansi, serta kendali pengguna terhadap konten yang mereka lihat.
X Layangkan Gugatan pada Twitter.now
Kemunculan Twitter.now tidak dapat dilepaskan dari keputusan Elon Musk mengakuisisi Twitter pada 2022 dan kemudian mengubah nama perusahaan serta platform tersebut menjadi X.
Operation Bluebird berpendapat bahwa perubahan tersebut menciptakan kondisi yang memungkinkan nama dan identitas Twitter dianggap telah ditinggalkan.
Dalam pandangan Operation Bluebird, ketika Musk mengganti nama Twitter menjadi X, perusahaan tersebut secara efektif meninggalkan sejumlah hak kekayaan intelektual yang sebelumnya melekat pada identitas Twitter.
Argumen tersebut kemudian menjadi dasar bagi Operation Bluebird untuk mencoba menggunakan kembali nama dan logo Twitter.
"Menurut pendapat kami, X telah melepaskan haknya atas merek dagang Twitter dan tweet," kata Coates.
Namun, langkah tersebut langsung mendapat perlawanan dari X Corporation. Pada akhir 2025, X menggugat Operation Bluebird dan meminta pengadilan federal di Delaware mengeluarkan putusan sementara yang dapat mencegah peluncuran versi baru Twitter tersebut.
Perkembangan penting terjadi dalam persidangan pada April 2026. Dalam persidangan tersebut, Hakim Pengadilan Distrik AS Colm Connolly secara tentatif menyatakan dari persidangan bahwa X tampaknya telah melepaskan sejumlah klaim kekayaan intelektual atas kata “tweet” dan logo burung Twitter, serta kemungkinan juga terhadap kata “Twitter”.
Meski demikian, hakim belum mengeluarkan perintah tertulis yang mengukuhkan kesimpulan tersebut.
Dalam halaman About di situs Twitter.now, Operation Bluebird menjelaskan bahwa perusahaan tersebut percaya ruang publik digital seharusnya menjadi milik publik.
Mereka menggambarkan Twitter.now sebagai rumah baru untuk percakapan yang terbuka dan berlangsung secara real-time, serta menegaskan bahwa Operation Bluebird merupakan perusahaan media sosial independen yang tidak berafiliasi dengan X Corporation.
Apa Beda Twitter.now dan X?
Salah satu fitur yang paling menarik dari Twitter.now adalah VERA, sistem kecerdasan buatan yang dirancang untuk memberikan informasi tambahan mengenai unggahan yang muncul di platform.
Berbeda dari algoritma media sosial pada umumnya yang terutama bertugas menentukan konten mana yang perlu ditampilkan kepada pengguna, VERA diarahkan untuk membantu pengguna memahami dan menilai informasi yang mereka lihat.
Sistem ini dapat menganalisis klaim dalam sebuah unggahan, mencari konteks yang relevan, serta memberikan penilaian berupa trust score atau skor kepercayaan.
Dengan pendekatan tersebut, pengguna tidak hanya disodori sebuah informasi, tetapi juga mendapatkan indikator tambahan sebelum memutuskan apakah informasi tersebut layak dipercaya, dibagikan, atau ditanggapi.
Mampukah Twitter.now Saingi X?
Tantangan terbesar Twitter.now bukan hanya persoalan hukum, namun juga bagaimana membangun jaringan sosial baru dari basis pengguna yang masih sangat kecil. X sudah memiliki komunitas global yang besar.
Daya tarik nama Twitter dan logo burung biru memang dapat memberikan keuntungan dari sisi nostalgia. Banyak pengguna yang mengenal Twitter sebelum perubahan menjadi X kemungkinan tertarik melihat bagaimana identitas tersebut dihidupkan kembali. Namun, nostalgia saja tidak cukup untuk menciptakan platform media sosial yang berkelanjutan.
Mashable melaporkan pada 1 September 2026, jika Twitter.now harus membuktikan bahwa pendekatan berbasis kepercayaan benar-benar dapat menciptakan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna.
Sistem VERA juga harus menunjukkan bahwa pemeriksaan fakta otomatis dapat bekerja secara akurat ketika menghadapi jutaan unggahan dengan konteks, bahasa, dan tingkat kompleksitas yang berbeda.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































