Tren Social Commerce Diprediksi Bakal Makin Digemari di RI

Reporter: Hanif Reyhan Ghifari, tirto.id - 9 Agu 2023 11:56 WIB
CELIOS memprediksi dalam satu tahun ke depan akan ada pergeseran penjualan barang dari e-commerce ke social commerce.
tirto.id - Berjualan online secara live streaming saat ini mulai digemari masyarakat. Tidak jarang, para pedagang menjajakan dagangannya dengan promosi untuk menggaet pembeli di media sosial.

Direktur CELIOS (Center of Economic and Law Studies) Bhima Yudhistira memprediksi dalam satu tahun ke depan akan ada pergeseran penjualan barang dari e-commerce ke social commerce. Namun sayangnya, barang-barang yang dijajakan pada saat live masih sangat terbatas seperti makanan, aksesoris, hingga kosmetik.

"Kedepan bisa saja jualan mobil dan alat elektronik laris lewat live streaming. Apalagi brand-brand besar juga ikut menjajakan produk-nya via live streaming," katanya saat dihubungi Tirto, Rabu (9/8/2023).

Dia menilai Indonesia tertinggal jauh dengan China yang sudah lebih dulu menerapkan live streaming sales. Namun, dia optimistis para pedagang di tanah air bisa mengejar ketertinggalan.

"Kita tertinggal kira-kira 5 tahun dari China soal live streaming sales, tapi Indonesia diprediksi akan menyusul dengan cepat," pungkasnya.

Sementara itu, dia menilai metode berjualan tersebut bisa mendulang cuan lebih banyak. Dia menjelaskan, live streaming bisa menawarkan pembeli untuk berinteraksi langsung tanpa harus berkunjung ke toko.

"Semakin meningkat omzetnya, bisa menjangkau pelanggan lebih luas, model pemasaran menggunakan live streaming cukup diminati karena menawarkan interaksi langsung dengan calon pembeli, spesifikasi produk bisa tersampaikan secara detail, dan lebih menarik karena berbentuk video," bebernya.

Terlebih kata Bhima, berjualan online bisa memamerkan keunikan jenis barang yang dijual. Berpotensi menarik banyak minat dari masyarakat untuk berbelanja secara online.

"Target pasarnya sebagian besar adalah gen Z dan milenial yang sebelumnya menjadi pengguna terbesar media sosial. Ini berbeda dari platform e-commerce yang tersebar hampir seluruh generasi," jelas Bhima.


Baca juga artikel terkait SOCIAL COMMERCE atau tulisan menarik lainnya Hanif Reyhan Ghifari
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Hanif Reyhan Ghifari
Penulis: Hanif Reyhan Ghifari
Editor: Intan Umbari Prihatin

DarkLight