Tolak Bantuan Internasional, Maduro: Venezuela Bukan Pengemis

Oleh: AS Rimbawana - 7 Februari 2019
Dibaca Normal 1 menit
Pasukan militer Venezuela membarikade jembatan yang bakal digunakan untuk membawa sejumlah bantuan kemanusiaan ke negara itu.
tirto.id - Pasukan militer Venezuela membarikade Jembatan Internasional Tienditas, penghubung antara Venezuela dan Kolombia pada Rabu siang (6/2/2019).

Hal itu dilakukan menyusul upaya Amerika Serikat dan pihak oposisi yang membawa bantuan berupa bahan makanan dan obat-obatan menuju Venezuela.

Pihak oposisi yang dipimpin Juan Guaido berniat menyimpan bantuan kemanusiaan dan berjanji bakal segera dikirim ke Venezuela.

Pemerintahan Trump juga telah menjanjikan dana segar sebesar 20 juta dolar AS dan Kanada 53 juta dolar AS kepada oposisi.

Namun, rencana pengiriman itu mesti tertunda usai terlihat sebuah tanker oranye, dua kontainer biru besar, serta pagar darurat menghalangi ruas jalan jembatan tersebut.

Beberapa anggota penjaga nasional Bolivarian Venezuela juga terlihat, seperti dilaporkan The Guardian.

Nicholas Maduro, Presiden Venezuela, telah bersumpah untuk tidak membiarkan bantuan asing itu masuk ke Venezuela meski dari pihak oposisi tetap bersikukuh serta berdalih bahwa bantuan itu murni untuk kemanusiaan.


Maduro beralasan bahwa Venezuela bukanlah negara pengemis dan sejak lama menolak bantuan, menyamakannya dengan intervensi asing.

“Dengan bantuan kemanusiaan ini mereka (oposisi) berusaha mengirim pesan: ‘Venezuela mesti mengemis pada dunia!’ Dan Venezuela tidak akan meminta apapun dan dari siapapun di dunia ini,” kata Maduro pada Senin (4/2/2019).

Di sisi lain, Jose Mendoza, salah satu warga Venezuela amat mengharapkan bantuan itu. Mendoza, dikutip dari APNews, berkata bahwa ia telah melihat rakyat Venezuela kekurangan bahan makanan dan obat-obatan medis.

Pria berusia 22 itu juga meminta agar militer berada di sisi rakyat yang menderita. “Mereka harus berada di sisi rakyat dan mendukung kami. Mereka memiliki anggota keluarga yang sama-sama sekarat karena kelaparan.

Panggilan itu untuk mereka juga,” ujarnya. Ucapan senada juga dilontarkan Guaido, “Keluarga Anda, saudara Anda, ibu, dan istri Anda pasti membutuhkan bantuan ini.”

Akan tetapi pada Selasa (5/2/2019), Diosdado Cabello, politisi serta Chavista, menggambarkan bantuan asing merupakan bagian dari intervensi militer asing dan dengan begitu akan ditolak.

“Wilayah kita mesti dihormati. Seperti perkataan saudara kita Presiden Nicolas Maduro: setiap unit militer yang berupaya menembus wilayah kita akan diusir dan angkatan bersenjata nasional Bolivarian kita bakal mempertahankan wilayah kita. Mestinya tidak aa keraguan tentang itu,” tandas Cabello.

Baca juga artikel terkait KRISIS VENEZUELA atau tulisan menarik lainnya AS Rimbawana
(tirto.id - Sosial Budaya)


Penulis: AS Rimbawana
Editor: Yantina Debora
Kontributor: AS Rimbawana
DarkLight