STOP PRESS! Gatot Nurmantyo Kritik Pemerintah di Depan Megawati

Tol Yogyakarta Tetap Direncanakan Kementerian PU

Tol Yogyakarta Tetap Direncanakan Kementerian PU
Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono (kiri) berdiskusi dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan (tengah) serta Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X (kanan) saat Rapat Terbatas membahas rencana pembangunan bandara Kulon Progo di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (9/5). ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma.
Sumber: antara
17 Juli, 2017 dibaca normal 1 menit
Pemerintah Pusat tetap merencanakan adanya pembangunan tol di wilayah DIY. Tol tersebut nantinya akan menghubungkan Bandara Kulon Progo dengan Kota Yogya.
tirto.id - Pemerintah pusat memastikan tidak akan membangun jalan tol dari Bandara Internasional Kulon Progo ke Candi Borobudur Jawa Tengah. Kendati demikian, rencana pembangunan tol di wilayah Yogyakarta tetap masuk dalam rencana Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Kepastian ini disampaikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono
untuk merespons pernyataan Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X yang di media massa disebutkan menolak pembangunan jalan tol di wilayahnya.

"Bukan itu maksudnya, memang yang tidak diperlukan adalah Jalan Tol dari Bandara Kulon Progo ke Borobudur," kata Basuki, di Balai Senat Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Senin (17/7/2017).

Basuki menyampaikan bahwa pembangunan jalan tol dari Bandara Internasional, Kulon Progo ke Kota Yogyakarta tetap diperlukan. Tujuannya agar masyarakat atau wisatawan yang tiba di bandara itu bisa menikmati objek wisata di Yogyakarta. Apabila jalan tol dibangun dari Bandara Kulon Progo langsung ke Borobudur, dikhawatirkan wisatawan tidak mampir ke kota gudeg itu.

"Tol dari bandara ke Yogyakarta itu supaya orang menikmati Yogyakarta," kata dia.

Basuki mengatakan berkaitan dengan pembangunan akses Jalan Tol dari Bandara Kulon Progo yang memiliki nama New Yogyakarta International Airport (NYIA) ke Yogyakarta, saat ini Kementerian PUPR memang memiliki program pembangunan jalan tol dari Tasik-Cilacap-Yogyakarta-Solo yang dikerjakan oleh PT Jasa Marga.

Menurut dia, rencana proyek pembangunan Jalan Tol di Yogyakarta itu tidak berbeda dengan proyek pembangunan Trans Jawa di wilayah pantai utara (pantura) yang akan menghubungan Jakarta-Cikampek-Palimanan-Semarang.

"Kalau Trans Jawa itu di wilayah Pantura. Sedangkan di wilayah selatan dimulai dari Tasik, Cilacap, Jogja, dan Solo," kata dia.

Sebelumnya, Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono X menolak pembangunan jalan tol di wilayahnya karena khawatir mengganggu stabilitas perekonomian warga provinsi ini. "Di DIY tidak ada jalan tol, bukannya tidak boleh, pemerintah pusat juga sepakat (tidak ada tol)," kata Sultan saat syawalan bersama Pemkab dan Masyarakat di Bangsal Sewoko Projo, Wonosari, Gunung Kidul, Kamis (13/7).

Sultan mengatakan pada 2019 bandara baru di Kulon Progo akan beroperasi, dan untuk memudahkan akses akan dibangun jalan lebar empat jalur bukan tol.

Selain itu jalan Yogyakarta-Solo untuk wilayah Prambanan lebih baik menggunakan jalan baru atau di atas jalan lama khususnya di wilayah Prambanan karena di sana masih ada batuan candi.

"Kalau di luar DIY silakan, seperti di Bawen sampai Salatiga karena geografisnya jurang," kata Sultan.

Baca juga artikel terkait TOL YOGYAKARTA atau tulisan menarik lainnya Agung DH
(tirto.id - agu/agu)

Keyword