TKN Curigai Hasil Survei Median

Oleh: Felix Nathaniel - 22 Januari 2019
Dibaca Normal 1 menit
“Jika menemukan lembaga survei yang beda sendiri, patut dicurigai motifnya dan juga kehandalan metodologinya,” kata Ace.
tirto.id - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya pada lembaga survei yang memiliki keberpihakan pada paslon peserta pilpres 2019. Apa yang disampaikan Ace merupakan respon dari hasil survei lembaga Media Survei Nasional (Median) yang dikeluarkan hari Senin (21/1/2019).

Dari hasil survei tersebut, Median mencatat elektabilitas Jokowi-Ma’ruf sebesar 47,9 persen sedangkan elektabilitas Prabowo-Sandiaga mencapai 38,7 persen. Padahal hasil riset lembaga lain mencatat besaran elektabilitas Jokowi-Ma’ruf masih di atas 50 persen.

“Jika menemukan lembaga survei yang beda sendiri, patut dicurigai motifnya dan juga kehandalan metodologinya,” kata Ace melalui keterangan tertulisnya kepada Tirto, Selasa (22/1/2019).

Ace juga menegaskan bahwa kubu Prabowo-Sandi pernah mengklaim hasil survei internal mereka menunjukan perbedaan elektabilitas mereka dengan Jokowi-Ma’ruf hanya terpaut satu digit. Hasil survei yang tidak pernah dipublikasikan ini selaras dengan hasil survei Median. Persamaan ini yang membuat Ace makin menaruh curiga.

“Beberapa saat setelah klaim survei internal paslon 02 itu disampaikan ke publik, muncul rilis Media menjustifikasi klaim survei internal bahwa selisih elektabilitas pada bulan Januari yang tinggal satu digit yaitu 9,2 persen,” katanya lagi.

Ace juga mengatakan, bahwa survei ini berbeda dengan hasil survei dari Populi Center, LSI, Litbang Kompas, Indikator Politik Indonesia yang menyebutkan elektabilitas Jokowi di atas 50 persen.

Media Survei Nasional (Median) merilis hasil survei dari 6 sampai 15 Januari 2019. Dari hasil survei yang dipaparkan, elektabilitas paslon nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf relatif stagnan. Sedangkan nomor 02 Prabowo-Sandi naik namun melambat.

Rico menjelaskan populasi survei nasional tersebut diambil dari seluruh warga Indonesia yang saat ini memiliki hak pilih. Target sampel nasional 1.500 responden, dengan margin of error sebesar +/- 2,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sampel dipilih secara random dengan teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi provinsi dan gender.


Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Felix Nathaniel
(tirto.id - Politik)

Reporter: Felix Nathaniel
Penulis: Felix Nathaniel
Editor: Nur Hidayah Perwitasari