Menuju konten utama

Tiket Pesawat Mahal Karena Keterisian Maskapai Rendah

Tingkat keterisian maskapai di dalam negeri lebih rendah dari penerbangan maskapai di luar negeri. 

Tiket Pesawat Mahal Karena Keterisian Maskapai Rendah
Ilustrasi tiket pesawat. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Peneliti Institute for Development of Economies and Finance (Indef) Nailul Huda mengatakan, salah satu penyebab tiket pesawat mahal karena tingkat keterisian maskapai rendah.

Ia membandingkan dengan penerbangan internasional yang banyak penumpang, sehingga tingkat keterisiannya selalu mendekati 100 persen.

Dengan kondisi ini, beban biaya operasional dalam sekali penerbangan bisa dibagi dari banyak penumpang, sehingga tarif perkursinya lebih murah.

"Tingkat keterisian mencapai break even-nya setiap tahun," kata dia dalam diskusi online Indef, Minggu (16/6/2019).

Kondisi ini, lanjut Nailul Huda, berbeda dengan konsisi penerbangan nasional khususnya penerbangan domestik.

Tingkat keterisian yang cenderung lebih rendah dari penerbangan internasional membuat maskapai sulit menawarkan tarif tiket pesawat yang terlalu rendah.

"Bisa jadi biaya di Indonesia lebih besar karena faktor inefisiensi sehingga trus merugi," ujar dia.

Apa lagi, ia melanjutkan, maskapai di tanah air masih harus menanggung beban berupa kewajiban melayani rute perintis yang jumlah penumpangnya masih sangat minim.

"Inefisiensi juga bisa berasal dari pembukaan rute-rute yang memang tidak menguntungkan bagi maskapai," kata dia.

Kondisi maskapai dalam negeri ini, lanjut dia, terlupakan perhatian publik, sehingga selalu membandingkan tiket penerbangan dalam negeri yang lebih mahal ketimbang penerbangan internasional. Padahal, terdapat faktor yang berbeda.

Baca juga artikel terkait HARGA TIKET PESAWAT atau tulisan lainnya dari Selfie Miftahul Jannah

tirto.id - Bisnis
Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Zakki Amali