Tetap Imunisasi Rutin untuk Cegah Wabah di Tengah Pandemi

Oleh: Ibnu Azis - 18 Oktober 2020
Dibaca Normal 1 menit
Jika cakupan imunisasi turun maka kita akan menghadapi outbreak [wabah] di tengah pandemi COVID-19, kata dr. Dirga Sakti Rambe.
tirto.id - Pandemi Corona di tanah air belum menunjukkan penurunan. Seturut data dari situs web Satgas COVID-19 per 17 Oktober 2020, kasus terkonfirmasi bertambah 4.301 kasus baru dengan total 357.762 kasus.

Kendati pandemi COVID-19 di Indonesia belum surut, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Vaksinolog, dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp.PD, mengingatkan bahwa imunisasi rutin harus tetap dilakukan. Jika tidak, bakal terjadi wabah di tengah pandemi.

"Ini tidak boleh terjadi, jika cakupan imunisasi turun maka kita akan menghadapi outbreak [wabah] di tengah pandemi COVID-19. Imunisasi rutin harus tetap berjalan," ujarnya dalam forum dialog "Lindungi Diri Saat Pandemi" di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) pada 17 Oktober 2020, sebagaimana dikutip dari covid19.go.id.

Dokter Dirga mengatakan Kementerian Kesehatan sudah menyusun berbagai macam protokol kesehatan dalam pelayanan imunisasi rutin. Protokol itu seperti pengaturan kedatangan, penggunaan masker, pembatasan sosial, petugas kesehatan memakai Alat Pelindung Diri (APD), hingga inovasi yang sudah dijalankan saat ini.

Bahkan, kata dr. Dirga, ada vaksinasi drive thru. Ada petugas yang akan datang ke rumah. Menurutnya, imunisasi bukan soal melindungi sendiri melainkan tanggung jawab sosial.

"Keluarga kita harus mendapatkan imunisasi di masa pandemi. Imunisasi rutin pun tidak hanya untuk balita dan anak-anak, tetapi juga orang dewasa," sambungnya.


Orang Dewasa Tetap Perlu Imunisasi

Dalam kesempatan yang berbeda, Dr. Purnamawati Sujud, SpA(K), MMped, dari Yayasan Orang Tua Peduli, juga mengutarakan hal senada.

Melakukan imunisasi di usia dewasa maupun lanjut usia, kata Dr. Purnamawati, dapat pula menjadi salah satu upaya dalam menjaga kesehatan melalui pembentukan kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu.

"Pencegahan penyakit melalui imunisasi itu paling cost effective, artinya, efisien dan hasilnya baik," ujarnya dalam acara Forum Dialog Kabar Kamis bertema "Mengapa Vaksin Penting? Perlukah untuk Orang Dewasa?" di Media Center KPCPEN, pada 15 Oktober 2020, sebagaimana dikutip dari covid19.go.id.

Dr. Purnamawati mengatakan bahwa masyarakat sejauh ini sudah memahami bahwa imunisasi adalah salah satu upaya untuk memberikan kesehatan terbaik untuk anak.

Akan tetapi, seringkali mereka lupa bahwa anak-anak juga membutuhkan orangtua yang sehat.

"Upaya tetap sehat dilakukan dengan mencegah penyakit, salah satunya melalui imunisasi untuk menjaga kekebalan tubuh," jelas Dr. Purnamawati.

Dr. Purnamawati menambahkan bahwa perlu diperhatikan pula adanya penyakit yang pembawanya (carrier) adalah orang dewasa yang dapat menularkan kepada anggota keluarga lain termasuk bayi dan anak-anak.

Oleh karena itu, Dr. Purnamawati menekankan bahwa manfaat imunisasi bukan hanya dirasakan oleh yang menerima, tapi juga keluarga dan lingkungan.

Tetap menjalankan imunisasi di tengah pandemi dengan menerapkan protokol kesehatan dalam pelayanan imunisasi rutin sejalan dengan kampanye 3M (memakai masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak dan menghindari kerumunan) yang terus disosialisasikan pemerintah.

Sebagaimana digaungkan oleh Satgas COVID-19, membiasakan dan mewajibkan diri untuk mematuhi protokol kesehatan merupakan salah satu kunci agar COVID-19 dapat ditekan penyebarannya.

Untuk mewujudkannya, dibutuhkan perilaku disiplin dari diri sendiri dan sangat perlu untuk dilakukan secara kolektif dengan penuh kesadaran.


---------------

Artikel ini diterbitkan atas kerja sama Tirto.id dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca juga artikel terkait KAMPANYE COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Ibnu Azis
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Ibnu Azis
Editor: Agung DH
DarkLight