Survei: Ketergantungan pada Gadget Membuat Manusia Gelisah

Oleh: Yuliana Ratnasari - 14 Oktober 2016
Dibaca Normal 1 menit
Berdasarkan survei dari Nielsen, pengguna gadget akan merasa gelisah jika berada jauh dari perangkat mobile-nya. Ketergantungan manusia yang makin tinggi terhadap gadget ini membuat interaksi tatap muka tergantikan oleh interaksi elektronik.
tirto.id - Anggapan yang menyebutkan bahwa manusia saat ini mengalami ketergantungan terhadap gadget telah terbukti kebenarannya. Nielsen, lembaga riset media dan ekonomi asal Inggris, merilis laporan yang menyebutkan bahwa kebanyakan konsumen di dunia merasa gelisah jika mereka berada jauh dari gadget-nya.

Dalam laporan yang dirilis pada Kamis (13/10/2016) tersebut, Nielsen menyatakan bahwa 56% konsumen global tidak dapat membayangkan hidup tanpa perangkat mobile. Kemudian, dijelaskan pula bahwa 53% konsumen global merasa tidak tenang jika berada jauh dari perangkat mobile mereka. Bahkan, 70% konsumen global merasa perangkat mobile membuat hidup mereka menjadi lebih baik.

Ketergantungan terhadap gadget juga membuat interaksi tatap muka tergantikan oleh interaksi elektronik. Dua pertiga responden global menyetujui hal tersebut. Hal ini sangat wajar terjadi karena 47% responden mengatakan bahwa mereka lebih suka berkomunikasi dengan teks daripada berbicara langsung.

Selain mengubah cara manusia berkomunikasi, gadget juga merevolusi dunia bisnis dan perbankan. “Mobile commerce memiliki implikasi yang sangat besar pada keseluruhan ekosistem ritel,” kata Stuart Tagg, Financial Services Leader, Nielsen Eropa. Contohnya, perangkat mobile, kini telah tersedia layanan finansial bagi sekitar 2 juta konsumen di dunia yang tidak memiliki rekening bank.

Tak hanya itu, lebih dari setengah dari total jumlah responden merasa bahwa peran gadget sangat krusial untuk membandingkan harga dan menggali informasi tentang produk. Hampir 50% responden terang-terangan berkata gadget membuat aktivitas belanja jadi lebih cepat dan efisien, serta membuat keputusan belanja menjadi lebih baik.

Transaksi keuangan hanya melalui perangkat mobile bahkan paling populer di negara-negara yang masyarakatnya banyak tak memiliki rekening bank yaitu India, Indonesia, Meksiko, dan Turki. Untuk transaksi perbankan melalui gadget populer di Cina, Afrika Selatan, Venezuela, dan India.

Menurut The Demand Institute, lembaga yang dijalankan oleh oleh Nielsen dan The Conference Board, dalam sepuluh tahun ke depan perkembangan transaksi pembayaran tanpa uang tunai diperkirakan akan menciptakan tambahan belanja konsumen sebesar 10 triliun dolar AS. Hal ini disebabkan karena perangkat mobile memberikan pengalaman baru bagi konsumen.

“Perangkat mobile tidak hanya membawa konsumen baru ke ekonomi yang modern dan terhubung, tapi juga memberikan pengalaman yang dapat lebih personal, karena produk dan jasa dapat lebih disesuaikan dengan perilaku, kebutuhan, dan preferensi konsumen,” ungkap Tagg.

Fakta-fakta di atas dihasilkan oleh survei yang dilaksanakan Nielsen pada 1 – 23 Maret 2016. Survei dilakukan kepada 30.000 konsumen online dari 63 negara di seluruh Asia-Pasifik, Eropa, Amerika Latin, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Utara. Tujuannya, untuk memahami bagaimana gadget mempengaruhi tiga aktifitas yang berbeda namun saling terkait: belanja, perbankan dan pembayaran.

Survei Nielsen ini hanya berdasarkan pada perilaku responden yang memiliki akses internet. Penetrasi internet berbeda di tiap negara. Adapun Nielsen menggunakan standar pelaporan minimal 60% pengguna internet atau 10 juta populasi online dalam survei ini.

Baca juga artikel terkait SURVEI atau tulisan menarik lainnya Yuliana Ratnasari
(tirto.id - Hard News)

Reporter: Yuliana Ratnasari
Penulis: Yuliana Ratnasari
Editor: Yuliana Ratnasari