Menuju konten utama

Stok Pangan Jakarta Diklaim Aman di Tengah Konflik Iran-AS

Untuk meredam dampak potensi gejolak harga, Pemprov DKI Jakarta memperkuat koordinasi dengan BUMD pangan, distributor, pedagang, dan pemerintah pusat.

Stok Pangan Jakarta Diklaim Aman di Tengah Konflik Iran-AS
Pedagang melayani pembeli di Pasar Larangan Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (19/2/2026). Pada awal Ramadhan harga daging ayam potong naik dari Rp35 ribu menjadi Rp41 ribu per kilogram dan cabai rawit merah menembus Rp90 ribu per kilogram, padahal sebelumnya berkisar antara Rp50 ribu, meskipun harga kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, telur ayam, dan daging sapi relatif stabil serta masih sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET). ANTARA FOTO/Umarul Faruq/rwa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan ketersediaan bahan pangan pokok masyarakat aman dan mencukupi selama bulan suci Ramadhan dan Lebaran 1447 H/2026 M di tengah konflik Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran yang berpotensi memengaruhi harga komoditas internasional.

"Berdasarkan prognosa kebutuhan dan ketersediaan pangan, seluruh komoditas strategis di Jakarta berada dalam status cukup dengan cadangan yang memadai," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo dalam keterangan di Jakarta, Selasa (3/1/2026), dilansir dari Antara.

Dia pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying.

Kendati demikian, dia mengakui kebutuhan pangan memang meningkat pada periode Ramadhan dan menjelang Idul Fitri atau pada periode Maret 2026, terutama komoditas telur ayam, daging sapi/kerbau, serta bawang putih.

Berdasarkan data sementara, kenaikan terbesar terjadi pada telur ayam yang meningkat lebih dari 17 persen, lalu disusul daging ayam dan bawang merah yang naik di atas 10 persen.

"Meski demikian, stok beras tercatat lebih dari 136 ribu ton, jauh melampaui kebutuhan sekitar 78 ribu ton. Komoditas protein hewani, gula pasir, minyak goreng, serta aneka hortikultura juga memiliki buffer stok yang memadai," ujar Ratu.

Untuk memastikan kelancaran distribusi dan ketersediaan stok harian di pasar-pasar tradisional maupun ritel modern sekaligus meredam dampak dari potensi gejolak harga akibat dinamika global, Pemprov DKI Jakarta memperkuat koordinasi dengan BUMD pangan, distributor utama, asosiasi pedagang, serta pemerintah pusat.

"Kami juga intensifikasi proses monitoring harga di lapangan. Jika ditemukan indikasi kenaikan harga yang tidak wajar, kami segera lakukan intervensi melalui operasi pasar, bazar pangan murah, hingga optimalisasi pasokan dari BUMD," ungkap Ratu.

Baca juga artikel terkait HARGA PANGAN

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Farida Susanty