Menuju konten utama

Stasiun Solo Balapan Tak Lagi Putar Lagu Bengawan Solo, Mengapa?

Stasiun Solo Balapan tidak lagi memutar lagu Bengawan Solo di tengah ramai polemik royalti musik.

Stasiun Solo Balapan Tak Lagi Putar Lagu Bengawan Solo, Mengapa?
Kepala Stasiun Solo Balapan Daop 6 Yogyakarta, Citra. Tirto.id/Febri Nugroho
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sudah lebih dari satu bulan pengunjung maupun penumpang kereta api di Stasiun Solo Balapan tidak lagi mendengar kumandang lagu maestro keroncong Gesang berjudul Bengawan Solo. Padahal lagu tersebut biasanya selalu diputar ketika kereta api singgah maupun berhenti di stasiun.

Kepala Stasiun Solo Balapan, Citra, pun menjelaskan alasan mengapa lagu Bengawan Solo tak lagi diputar di stasiun yang berada di bawah wilayah Daop 6 Yogyakarta tersebut. Hal ini, kata dia, dilakukan lantaran ramainya polemik royalti musik yang menjadi sorotan publik belakangan ini.

Menurut dia, setidaknya sudah hampir lima pekan pihak stasiun Solo Balapan tak lagi memutar lagu legendaris tersebut.

“Kurang paham penyebabnya. Itu sekitar 3-5 minggu lalu. Ya sementara untuk saat ini sambil menunggu informasi dari pusat, sementara [lagu Bengawan Solo] belum bisa diputar dulu (Stasiun Solo Balapan),” ujar Citra saat dihubungi pada Kamis (28/8/2025).

Citra tak memungkiri bahwa kebijakan tidak lagi memutar lagu Bengawan Solo tersebut sempat mendapat protes dari para penumpang kereta.

Namun usai diberi pengertian, kata dia, kini para penumpang kereta api di Stasiun Solo Balapan mulai paham alasan di balik tak diputarnya lagi lagu tersebut.

“Awal-awal iya [dikomplain pelanggan], ada keluhan itu dari penumpang. Sekarang sudah paham. Apalagi isu itu masih hangat di mana-mana, mereka bisa paham,” lanjut Citra.

Meski demikian, Citra menjelaskan bahwa pihaknya mencoba mencari opsi pengganti dengan selalu memutar lagu Indonesia Raya pada pukul 10.00 WIB.

Citra menerangkan, langkah tersebut diambil sampai masalah royalti musik yang kini menjadi polemik di masyarakat terselesaikan.

“Sebagai gantinya, kami itu setiap pukul 10.00 WIB memutar lagu wajib Indonesia Raya. Yang wajib itu dulu sampai masalah (royalti) itu selesai biar aman,” kata dia.

Baca juga artikel terkait ROYALTI LAGU atau tulisan lainnya dari Febri Nugroho

tirto.id - Flash News
Kontributor: Febri Nugroho
Penulis: Febri Nugroho
Editor: Abdul Aziz