Menuju konten utama

Sri Rabitah Klarifikasi Kedua Ginjalnya Masih Utuh

Setelah diperiksa tim dokter Rumah Sakit Umum Daerah Nusa Tenggara Barat, TKI yang sempat mengaku ginjalnya diambil oleh majikan saat bekerja di Qatar, Sri Rabitah (25), mengklarifikasi bahwa kondisi kedua ginjalnya masih dalam keadaan utuh, Selasa (28/2/2017).

Sri Rabitah Klarifikasi Kedua Ginjalnya Masih Utuh
Ilustrasi. Operasi transplantasi ginjal. Foto/GettyImages

tirto.id - TKI yang sempat mengaku ginjalnya diambil oleh majikan saat bekerja di Qatar, Sri Rabitah (25), mengklarifikasi bahwa kondisi kedua ginjalnya masih dalam keadaan utuh setelah diperiksa tim dokter Rumah Sakit Umum Daerah Nusa Tenggara Barat, Selasa (28/2/2017).

"Saya ingin kasus ini dihentikan sampai di sini saja, ini salah paham, karena ginjal saya masih ada dua-duanya," kata Rabitah kepada sejumlah wartawan di RSUD NTB di Mataram, Selasa (28/2/2017).

Kedatangan Rabitah ke RSUD NTB untuk menjalani pemeriksaan terkait rencana operasi pengangkatan selang oleh tim dokter rumah sakit yang dijadwalkan pada 2 Maret 2017.

Rabitah menuturkan, meski kedua ginjalnya masih dinyatakan lengkap, namun dirinya tetap bingung karena sebelumnya dikatakan hilang satu ginjalnya.

Meski bingung, Rabitah mengatakan ingin menuntut keadilan atas perlakuan majikannya yang melakukan operasi terhadap dirinya saat dirawat di rumah sakit di Doha, Qatar. Bukan hanya itu, hingga saat ini ia masih tidak bisa menerima atas penyiksaan yang dilakukan majikannya saat masih bekerja di Doha, Qatar.

Wakil Direktur Pelayanan Medis RSUD NTB dr Rusdhy Hariawan Hamid SpOG menjelaskan dari hasil pemeriksaan tim dokter bahwa ginjal Sri Rabitah masih lengkap.

"Dari hasil keterangan dokter yang memeriksa ginjal ibu Rabitah masih lengkap," jelasnya.

Rusdhy menegaskan, meski dokter yang memeriksa Rabitah sejak awal merupakan dokter yang berdinas di RSUD NTB, namun pihaknya secara tegas membantah pernah mengatakan ginjal Rabitah tidak ada.

"Dokter yang memeriksanya tidak pernah mengatakan ginjal Rabitah tidak ada," katanya.

Menurut Rusdhy, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter spesialis radiologi yang memeriksa Rabitah, ditegaskan tidak pernah mengeluarkan pernyataan ginjal Rabitah tidak ada.

"Kalau pendapat pribadi, dia ketemu siapa, kita tidak bisa memegangnya. Tapi dari keterangan dokter tidak pernah mengatakan ginjal Rabitah hilang atau tidak ada," tambahnya.

Disinggung bukti rekam medis atau hasil pemeriksaan yang menjadi patokan pihak rumah sakit yang menyatakan ginjal Rabitah masih utuh, dr Rusdhy mengaku tidak memegangnya.

Ia mengatakan keterangan itu diperoleh dari hasil pemeriksaan dokter rumah sakit berdasarkan hasil foto CT Scan Rabitah.

"Itu hasil pemeriksaan, kita menyampaikan secara profesional kalau ginjalnya masih ada," ucapnya.

Terkait masalah selang yang masih tertanam di tubuh Rabitah, dr Rusdhy mengaku pihak RSUP akan segera melakukan operasi untuk pengangkatan selang tersebut.

Menurutnya jika selang tersebut dibiarkan akan menambah sakit Rabitah, karena selang yang terpasang di tubuh Rabitah sudah tertanam sejak 2014.

"Operasi itu hanya untuk mengangkat selang yang ada di tubuh pasien," kata dr Rusdhy.

Sebelumnya, Rabitah mengaku ginjalnya dicuri majikannya saat bekerja di Doha, Qatar. Ia dibius saat ginjalnya diambil pada 2014 silam. Belakangan ia baru tahu ginjalnya dicuri pada Januari 2017.

Didampingi tim dari Pusat Bantuan Hukum Buruh Migran Indonesia (PBHBMI), wanita asal Dusun Lokok Ara, Desa Sesait, Kecamatan Kayangan itu mengadukan pengalaman pahitnya kepada Bupati Lombok Utara, NTB, H Najmul Akhyar, pada Senin (27/2/2017).

Baca juga artikel terkait PENCURIAN ORGAN atau tulisan lainnya dari Maya Saputri

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Maya Saputri
Penulis: Maya Saputri
Editor: Maya Saputri