Menuju konten utama

Sri Mulyani Jawab Kritik Ketum PBNU soal Penyaluran Kredit Rp1,5 T

Sri Mulyani mengatakan kredit dengan total nilai Rp1,5 triliun itu awalnya memang akan disalurkan bagi usaha ultra mikro.

Sri Mulyani Jawab Kritik Ketum PBNU soal Penyaluran Kredit Rp1,5 T
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan keterangan pers tentang realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 per akhir Oktober di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (18/11/2019). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc.

tirto.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merespons sindiran Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj soal kredit murah sebesar Rp1,5 triliun. Hingga saat ini, janji yang tertuang dalam nota kesepahaman antara PBNU dan Kementerian Keuangan belum terlaksana.

Sri Mulyani mengatakan kredit itu sudah disalurkan sebanyak Rp211 miliar kepada lima koperasi. Hanya saja, kata Sri Mulyani, penyaluran bagi usaha mikro memang mengalami kendala karena tidak mudah dilakukan.

“Kami juga kerja sama dengan institusi yang bimbing dan berikan dukungan ke masyarakat peminjam ultra mikro seperti untuk koperasi Sidogiri. Total ada 5 koperasi yang sudah terima Rp 211 miliar,” ucap Sri Mulyani kepada wartawan saat ditemui di Kemenkeu, Kamis (26/12/2019).

Sri Mulyani mengatakan kredit dengan total nilai Rp1,5 triliun itu awalnya memang akan disalurkan bagi usaha ultra mikro. Sebagai antisipasi, pemerintah juga sudah menyiapkan beberapa lembaga seperti PT Bahana Artha Ventura sampai PT Pegadaian.

Kehadiran lembaga ini, kata Sri Mulyani, diperlukan karena penyaluran langsung kepada masyarakat secara perorangan atau individu tak menjamin kredit dapat memberi daya ungkit. Bahkan tidak bisa membantu.

Dengan demikian, Sri Mulyani mengatakan maklum jika penyaluran kredit disertai pendampingan. Ia mencontohkan hal ini terealisasi dalam program usaha mikro (UMI).

“Waktu itu diminta kepada kami di PBNU untuk berikan secara langsung masyarakat melalui pondok pesantren meski bukan unit kegiatan ekonomi. Waktu itu kami salurkan, tapi ternyata tidak bisa membantu. Pendampingan ultra mikro penting sekali. Jadi enggak bisa sendiri,” ucap Sri Mulyani.

“Tapi tantangan paling berat adalah jumlahnya banyak, tapi volume kecil-kecil,” tambah Sri Mulyani.

Mengenai usulan PBNU agar dana kredit mikro ini disalurkan seperti hibah, kata Sri Mulyani, ia akan mengkajinya dulu. Sebab dana kredit mikro ini tak seperti program keluarga harapan (PKH) yang posisinya adalah bansos.

Solusinya, kata Sri Mulyani, akan melakukan evaluasi. Ia bilang perlu penyelarasan dengan organisasi di akar rumput sehingga akses pemodalan ini bisa terbuka dengan tetap memiliki dampak positif.

“Kami akan bicara dengan teman-teman NU. Selama ini hubungan kami baik dan akan terus dukung untuk peningkatan ekonomi,” ucap Sri Mulyani.

Baca juga artikel terkait USAHA KREDIT MIKRO atau tulisan lainnya dari Vincent Fabian Thomas

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Abdul Aziz