Menuju konten utama

Soal Doa Kiai Maimun, Fadli Zon Minta Kubu Jokowi Jangan Politisasi

"Ini baru sekarang saya dengar [doa direvisi], tolonglah doa jangan dipolitisasi"

Soal Doa Kiai Maimun, Fadli Zon Minta Kubu Jokowi Jangan Politisasi
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon bergegas usai mengikuti rapat internal di kediaman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta, Rabu (8/8/2018). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

tirto.id - Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Fadli Zon meminta kubu paslon Capres-Cawapres Jokowi-Ma'ruf untuk tidak mempolitisasi doa.

Pernyataanya itu sebagai tanggapan saat Kiai Maimun Zubair membacakan doa kepada Jokowi namun salah menyebut nama Prabowo. Kemudian dengan cepat kata Fadli, tim Jokowi-Ma'ruf meminta Kiai Maimun merevisi doanya tersebut.

"Ini baru sekarang saya dengar [doa direvisi], tolonglah doa jangan dipolitisasi," ujar saat di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (4/2/2019).

Fadli menceritakan jika sebelumnya Kiai Maimun pernah didatangi oleh Prabowo Subianto. Kemudian Kiai itu pun mendoakan capres nomor urut 02 tersebut.

Namun yang membuat ia heran, pada saat Jokowi mendatangi Kiai Maimun. Fadli mengira Kiai Maimun akan mendoakan Jokowi, namun sebaliknya, ia malah mendoakan Prabowo.

"Jadi doanya sudah didengar oleh Allah juga, sudah diaminkan oleh semua yang hadir," kata dia.

Menurut Fadli jika ucapan yang dilontarkan oleh Kiai Maimun tersebut direvisi, berarti ada doa yang tertukar.

"Tapi kalau ada revisi doa, baru sekarang saya lihat ada revisi doa, ada doa yang ditukar," pungkasnya.

Wakil Ketua DPR RI itu menjelaskan jika Kiai Maimun merupakan sosok ulama yang kharismatik, sehingga ia pun sangat hormat kepada Kiai Maimun. Fadli juga bercerita jika dirinya sering bertemu dengan Kiai Maimun di kediaman Syekh Ahmad bin Muhammad Alawi Al-maliki di Mekah.

Sebelumnya Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy (Romi) mengakui bila Kiai Maimun Zubair atau Mbah Moen memang salah dalam mengucapkan doanya. Mbah Moen menyebut nama Prabowo Subianto dalam doanya, padahal Joko Widodo sedang berada di sampingnya.

"Dan ketika kiai maimun menyampaikan doa kita tahu persis Kiai Maimun sudah cukup uzur, beliau memang salah menyebut saat doa itu kepada Prabowo," ucap Romi dalam keteragannya, Sabtu (2/2/2019).

Menurut Romi, dalam doa yang menjadi kontroversi itu bila diartikan ke dalam bahasa Indonesia berbunyi "Jadikanlah Ya Allah orang di sampingku ini Presiden, Presiden ini (yaitu) Pak Prabowo, jadikanlah dia Ya Allah untuk kedua kalinya dengan perolehan suara yang banyak".

Mendengar lisan dari doa Mbah Moen itu, Romi yang berada di belakangnya langsung menghampiri dan menanyakan kepada Mbah Moen, yang merupakan Ketua Majelis Syariah PPP. Merasa kesalahannya diingatkan, Mbah Moen, kata Romi langsung meralat doanya tersebut.

Terkait ini, Mbah Maimun sebenarnya sudah memberikan klarifikasi. Dalam versi video yang lebih panjang yang diunggah di Youtube, pengasuh Ponpes Al-Anwar ini terlihat dihampiri Ketua Umum DPP PPP Romarhumuziy usai memanjatkan doa.

Laa (bukan) pak Prabowo, laa (bukan) Prabowo, menawa (tetapi) pak Jokowi, pak Joko Widodo. Alladzi huwa ikhtiyari [orang yang saya pilih]" kata Mbah Maimun saat klarifikasi doanya yang menyebut nama Prabowo.

“Jadi, kalau luput [karena] sudah tua, saya umur 90 lebih. Jadi dengan ini saya pribadi, siapa yang ada di samping saya, enggak ada kecuali Pak Jokowi,” kata Ketua Majelis Syariah DPP PPP ini.

Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan lainnya dari Riyan Setiawan

tirto.id - Politik
Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Irwan Syambudi