Update Kebakaran Hutan Kanada: Situasi Hari Ini Masih Mencekam

Kontributor: Imanudin Abdurohman, tirto.id - 21 Agu 2023 13:52 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Kanada dilanda kebakaran hutan dahsyat dan parah. Berikut kondisi terkininya.
tirto.id - Kebakaran hutan di Kanada masih menjadi ancaman besar hingga hari ini, Senin, 21 Agustus 2023, terutama bagi masyarakat di Provinsi British Columbia.

Pemerintah Kanada telah mengirimkan militer untuk mengatasi kebakaran yang semakin menyebar dan memerintahkan lebih dari 35.000 orang dievakuasi.

Diwartakan Reuters, Perdana Menteri, Justin Trudeau, mengatakan pada Minggu, 20 Agustus 2023, provinsi barat di Kanada masih dilanda kebakaran dan pihaknya akan mengerahkan segala kekuatan untuk mengatasinya.

Para pejabat di Provinsi British Columbia juga telah memohon kepada puluhan ribu penduduk agar mengevakuasi diri, supaya terhindar dari risiko kebakaran.

“Ini adalah masalah hidup dan mati, tidak hanya bagi orang-orang di properti tersebut, tetapi juga bagi para responden pertama yang akan sering kembali untuk mencoba memohon agar orang-orang pergi,” tegas Bowwin Ma, menteri manajemen darurat provinsi British Columbia.

Menurut Ma, sekitar 30.000 orang telah berada di bawah perintah evakuasi dan 36.000 lainnya dalam keadaan siaga mengungsi.

Kebakaran besar di Kanada dilaporkan pertama kali terjadi pada Rabu, 16 Agustus 2023. Kobaran apinya diperkirakan melahap hampir 1.100 titik, dengan 265 titik di antaranya terjadi di wilayah Barat Laut Kanada.

Akibat kebakaran dahsyat itu, sekitar 20.000 penduduk Yellowknife dievakuasi pada saat kebakaran mulai merambah ke wilayah tersebut, kemudian sekitar 14 juta hektar lahan dilaporkan hangus di Kanada.

Kebakaran Kanada
Seseorang mengendarai sepeda di sepanjang tepi Danau Michigan saat cakrawala pusat kota diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan Kanada 27 Juni 2023, di Chicago. (Foto AP/Kiichiro Sato, File)


Situasi Terkini Kebakaran Hutan di Kanada

Setelah beberapa hari Kanada dilanda situasi mencekam akibat kebakaran dahsyat, British Columbia mengumumkan keadaan darurat pada Minggu, 20 Agustus 2023.

Kemudian memberlakukan larangan perjalanan yang tidak penting guna membebaskan akomodasi bagi para pengungsi dan petugas pemadam kebakaran.

Kendati kobaran api masih menyala di beberapa titik di Kanada, menurut Kepala Pemadam Kebakaran Kelowna Barat, Jason Brolund, kondisi kebakaran mulai membaik.

“Segalanya terlihat lebih baik. Kami akhirnya merasa bahwa kami bergerak maju dan bukannya mundur, dan itu adalah perasaan yang luar biasa,” ujar Brolund kepada Canadian Broadcasting Corporation.

Para pejabat pemerintah juga mendesak penduduk yang berada di zona perintah evakuasi agar segera pergi dan menyelamatkan diri. Namun pemerintah Kanada belum merincikan perkiraan jumlah total bangunan yang hancur, terutama di British Columbia.

Kebakaran lainnya sempat membuat risau warga saat kobaran api mulai mendekat ke perbatasan AS dan di Barat Laut Pasifik AS, yang diklaim telah menghanguskan lebih dari 20.000 hektar hutan dan menghancurkan lebih dari 100 bangunan. Namun kebakaran ini mampu ditangani petugas.

Kebakaran di Kanada sendiri sebenarnya bukan yang pertama kali terjadi. Sejak tahun 2009, pemerintah Kanada telah menghabiskan lebih banyak dana untuk memadamkan api guna menekan kebakaran hutan.

Hal ini menjadi catatan bagi Kanada yang tengah dilanda kekeringan parah, serta dihantui kebakaran hutan yang kerap saat musim kemarau.

Akan tetapi, kebakaran kali ini disebut menjadi yang terparah dalam sejarah karena kobaran apinya berada di 1.100 titik lebih di Kanada.

Para ahli menyebut penyebab kebakaran ini bukan hanya dipicu kekeringan, melainkan didorong juga oleh perubahan iklim yang ekstrem.


Baca juga artikel terkait URGENT atau tulisan menarik lainnya Imanudin Abdurohman
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Imanudin Abdurohman
Penulis: Imanudin Abdurohman
Editor: Alexander Haryanto

DarkLight