Menuju konten utama

Situasi Gunung Merapi Hari Ini 24 Februari: 15 Kali Gempa Guguran

Gunung Merapi hari ini mengalami 15 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-25 mm dan lama gempa 19-94 detik.

Situasi Gunung Merapi Hari Ini 24 Februari: 15 Kali Gempa Guguran
Luncuran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Turi, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (5/2/2022).ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/rwa.

tirto.id - Kondisi Gunung Merapi hari ini, Kamis, 24 Februari 2022 berdasarkan periode pengamatan pukul 06.00-12.00 WIB mengalami 15 kali gempa guguran dan 2 kali gempa tektonik jauh.

Hingga saat ini, sebagaimana dilaporkan laman resmi magma.esdm.go.id, gunung api yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta masih dinyatakan Siaga Level III.

Oleh sebab itu, masyarakat diminta agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Aktivitas Gunung Merapi

Gunung Api Merapi terletak di Kab/Kota Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan posisi geografis di Latitude -7.542°LU, Longitude 110.442°BT dan memiliki ketinggian 2968 mdpl

Pengamatan Visual

Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 10-50 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah timur, selatan dan barat.

Klimatologi

Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah timur, selatan dan barat. Suhu udara sekitar 22-28°C. Kelembaban 65-87%. Tekanan udara 567-717 mmHg.

Pengamatan Kegempaan

  • 15 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-25 mm dan lama gempa 19-94 detik.
  • 2 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 3-4 mm, S-P 20-20.3 detik dan lama gempa 46-50 detik.
Rekomendasi

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.

4. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.

Baca juga artikel terkait GUNUNG MERAPI atau tulisan lainnya dari Alexander Haryanto

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Iswara N Raditya