Menuju konten utama

Sosok Rahayu Saraswati, Anggota DPR Jadi Komisaris Victoria Care

Rahayu Saraswati kini tidak hanya menjadi anggota DPR RI. Ia telah ditunjuk menjadi Wakil Komisaris Utama PT Victoria Care. Simak profilnya.

Sosok Rahayu Saraswati, Anggota DPR Jadi Komisaris Victoria Care
Potret Rahayu Saraswati Dhirakanya Djojohadikusumo. Instagram/rahayusaraswati
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Rahayu Saraswati Dhirakanya Djojohadikusumo, anggota DPR RI sekaligus keponakan Presiden RI Prabowo Subianto, resmi ditunjuk jadi Komisaris PT Victoria Care Tbk. (VICI). Ia kini menduduki posisi sebagai wakil komisaris utama pada perseroan pembuat produk perawatan rumah tangga dan kosmetik tersebut.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), penunjukan Rahayu itu dilakukan melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB). Agenda itu digelar perseroan tersebut pada Kamis (29/10/2026).

Penunjukkan Rahayu sebagai komisaris itu terjadi beriringan dengan pengangkatan Firman Parulian Sitanggang dan Antar M.T. Sianturi dalam jajaran komisaris. Keduanya kini jadi komisaris independen pada perseroan tersebut.

Profil Rahayu Saraswati dan Rekam Jejaknya

Rahayu Saraswati merupakan anak dari adik kandung Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo. Ia salah satu kerabat Prabowo yang kini menjabat sebagai pejabat publik.

Lahir di Jakarta pada 1986, Rahayu memiliki rekam jejak yang beragam. Kendati ia kini dikenal sebagai politikus nasional, namun ia sebelumnya dikenal lewat sejumlah predikat, mulai dari aktivis hingga presenter televisi.

Setelah lulus dari sekolah menengah College Du Leman International School di Swiss pada 2003, Rahayu semula mengejar karier di dunia bisnis. Sebagai anak pengusaha kondang, ia turut diplot sebagai bagian dari perusahaan milik keluarganya, yakni Arsari Group.

Pada periode 2008-2014, ia menduduki posisi di dua anak perusahaan Arsari Group. Kala itu ia ditunjuk sebagai Direktur PT Arsari Duta Semesta dan Komisaris PT Arsari Putra Indonesia.

Dalam perjalanannya, Arsari Group kemudian mempertemukan Rahayu pada jalan karier di dunia televisi dan hiburan. Pada 2009, ia ditunjuk jadi Direktur PT Arsari Media Internasional, anak usaha Arsari Group yang menaungi lini usaha bidang penyiaran dan konten digital.

Dari sana, jalannya di dunia pertelevisian terbuka. Hingga akhirnya ia bergabung dengan Metro TV sebagai co-host acara “Talk Indonesia” pada 2010.

Pertalian tersebut kemudian turut membawanya berkiprah di dunia hiburan, tepatnya dalam produksi film layar lebar. Ia tercatat pernah ikut berperan dalam sejumlah film, seperti Merah Putih (2009), Darah Garuda (2010), Hati Merdeka (2011) hingga Dream Obama (2013).

Pada 2013, Rahayu juga tercatat sebagai Direktur The Legacy Pictures Pte. Ltd. Entitas ini merupakan perusahaan pembiayaan dan rumah produksi film. Legacy Pictures juga merupakan perusahaan di balik sejumlah film populer, termasuk Kapan Kawin? (2015) dan Gundala (2019).

Namun, sebelum jauh mengejar karier di bidang industri media dan perfilman itu, Rahayu telah terlibat aktif dalam politik. Hal ini terjadi ketika pamannya, Prabowo Subianto, membentuk partai Gerindra pada 2008.

Kala itu, Rahayu turut terlibat dalam organisasi politik bikinan pamannya itu. Ia tak langsung tergabung sebagai kader partai, tetapi aktif dalam organisasi sayap partai, Satuan Relawan Indonesia Raya. Ia menjadi wakil ketua organisasi tersebut pada 2008-2009.

Selepas tahun 2013, Rahayu juga tampak memfokuskan kariernya di bidang politik. Kala itu ia bergabung dengan Gerindra sebagai kader. Hal ini dilakukan untuk mempersiapkan Rahayu dalam Pemilu 2014.

Ketika Pemilu 2014 digelar, Rahayu mencalonkan diri sebagai calon anggota DPR RI dari dapil Jawa Tengah IV. Ia berhasil terpilih kala itu dan menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2014-2019.

Selama menjadi anggota legislatif itu, Rahayu kemudian dikenal banyak terlibat dalam berbagai isu sosial. Hal ini termasuk ketika ia jadi Ketua Jaringan Nasional Anti Tindak Pidana Perdagangan Orang pada 2018 dan Pembina Yayasan Peduli Down Syndrome Indonesia pada 2019.

Setelah menyelesaikan masa jabatan pada 2019, Rahayu sempat mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI untuk kali kedua dalam pemilu tahun tersebut. Namun, ia gagal memperoleh cukup suara ketika mencalonkan diri dari dapil Jakarta III.

Rahayu kemudian kembali menjabat sebagai anggota DPR RI pada 2024. Kala itu ia kembali mencalonkan diri sebagai calon anggota DPR dalam pemilu dan berhasil menghimpun suara yang cukup untuk membawanya ke Senayan.

Akan tetapi, pada September 2025, Rahayu mengajukan pengunduran dirinya sebagai anggota DPR RI. Saat itu, Indonesia tengah dilanda gelombang aksi protes sejak Agustus dan DPR RI merupakan salah satu lembaga yang paling disorot.

Hanya saja, pengunduran diri itu ditolak oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI. Hal ini membuat statusnya sebagai anggota dewan periode 2024-2029 tetap berlaku.

Kini, ia ditunjuk jadi pejabat jajaran komisaris pada perusahaan Victoria Care. Perusahaan itu merupakan perseroan manufaktur dan distribusi barang konsumsi bidang kosmetik dan perawatan diri.

Baca juga artikel terkait RAHAYU SARASWATI atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar