tirto.id - Martha Tilaar, pakar kecantikan dan pelopor kosmetik lokal Indonesia, meninggal dunia pada hari ini, Rabu (14/10/2026). Ia merupakan sosok yang dihormati di dunia kosmetik karena sumbangsihnya dalam perkembangan industri dalam negeri.
Kabar meninggalnya Martha Tilaar telah dikonfirmasi melalui unggahan akun Instagram resmi Sariayu Martha Tilaar, @sariayu_mt.
“Segenap Keluarga Besar Martha Tilaar Group menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya pendiri dan panutan kami,” tulis lini bisnis milik Martha Tilaar tersebut.
Martha Tilaar dilaporkan mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu pagi di rumah sakit. Jenazahnya direncanakan akan dimakamkan pada Jumat (16/10) mendatang di San Diego Hills Memorial Park, Karawang, Jawa Barat.
Profil Martha Tilaar dan Kiprahnya di Dunia Kecantikan
Di Indonesia, nama Martha Tilaar harum sebagai salah satu pelopor produk kecantikan lokal berbasis tanaman herbal. Ia menekuni bisnis kecantikan di Indonesia pada medio 1970-an dan kini dikenal lewat lini bisnisnya, Martha Tilaar Group.
Martha merupakan perempuan asal Gombong, Jawa Tengah. Di sana ia lahir dan tumbuh berkembang menjadi seorang perempuan yang peduli dengan kecantikan.
Dari Gombong, Martha menemukan kegemarannya pada dunia kecantikan ketika bertemu dengan ahlinya di Yogyakarta bernama Titi Poerwosoenoe. Pertemuan itu kemudian membawanya memilih untuk mendalami aspek kecantikan perempuan lebih jauh lagi.
Martha muda kemudian menekuni hal tersebut dengan mengambil perkuliahan yang linear. Ia belajar mengenai dunia kecantikan dari Academy of Beauty Culture Bloomington di Indiana, Amerika Serikat.
Pada 1970, Martha kembali di Indonesia dan memulai sebuah langkah bersejarah, yakni membuka salon kecantikannya sendiri di Jalan Tosari, Menteng. Di sanalah, ia mempraktikkan pengetahuannya tentang kecantikan modern.
Selama tujuh tahun kemudian, Martha yang mulai terbiasa dengan industri salon kecantikan di ibu kota, menaruh perhatian pada manuskrip-manuskrip kuno dari Keraton Yogyakarta. Semula ia tertarik pada pola hidup perempuan ningrat Jawa, namun kemudian ia turut meminati pada cara mereka merawat tubuh pada masa silam.
Berbekal pengetahuan itu, Martha lantas merilis merek Sariayu sebagai jenama produk kecantikan miliknya. Merek ini dirilis di bawah naungan PT Martina Berto, perusahaan yang didirikan Martha bersama Bernard Pranata dan Theresia Harsini Setiady.
Sariayu kemudian dikembangkan sebagai merek kosmetik dan produk kecantikan yang memadukan pengetahuan modern dengan khazanah keanekaragaman hayati Indonesia. Konsep ini ternyata mendapat respons positif oleh pasar.
Sejak itu, kisah hidup Martha Tilaar menjadi sejarah. Lini bisnisnya di industri kecantikan terus berkembang hingga akhirnya ia mendirikan Martha Tilaar Group sebagai perusahaan induk yang menaungi berbagai lini bisnis lainnya.
Seiring berkembangnya Sariayu, sosok Martha Tilaar juga kemudian dikenal sebagai perempuan dengan reputasi di bidang bisnis kecantikan dan pelestarian budaya. Reputasi ini membawanya meraih berbagai penghargaan.
Pada 2008, ia meraih penghargaan Women Entrepreneur of the Year dari Asia Pacific Entrepreneurship Awards. Pada 2012, ia mendapat penghargaan Perekayasa Utama Kehormatan dari BPPT. Masih pada 2012, ITB menganugerahinya penghargaan Ganesa Widya Jasa Utama.
Selain itu, di antara banyaknya penghargaan yang telah diraih, Martha dikenal banyak pihak sebagai sosok yang menginspirasi emansipasi perempuan. Hidupnya telah menjadi contoh bagaimana perempuan dapat berdaya dan berdikari atas namanya sendiri.
Kini, sosok tersebut telah tiada. Ia meninggal dunia pada 14 Oktober 2026, pada usianya yang ke 89 tahun.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id


































