Sekjen Gerindra Sebut Prabowo Terkepung di Pilpres 2019

Oleh: M. Ahsan Ridhoi - 10 Oktober 2018
Menurut Muzani, Prabowo merasa dikepung di semua sektor dalam pertarungan Pilpres 2019.
tirto.id - Sekretaris Jenderal (Sekjend) Gerindra, Ahmad Muzani menyatakan, Pilpres 2019 merupakan yang terberat bagi Prabowo Subianto daripada dua pilpres sebelumnya.

"Di semua sektor Prabowo merasa dikepung," kata Muzani di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (10/10/2018).

Menurut Muzani, pada Pilpres 2009 saat Prabowo menjadi cawapres Megawati Soekarnoputri melawan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak ada kepala daerah yang terlibat dalam pemilu seperti saat ini.

Kubu Jokowi-Ma'ruf Amin memang mendapatkan dukungan dari sejumlah kepala daerah. Bahkan, dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan nomor urut 01 yang diserahkan ke KPU pada Agustus lalu, para kepala daerah itu menjadi tim teritori.

Muzani pun menyatakan, saat ini lembaga survei cenderung berpihak kepada petahana. "Lembaga survei yang beberapa kali kami galang dan minta membantu juga mereka rata-rata keberatan dengan alasan satu dan lain hal," jelasnya.

Hal itu, menurut Muzani, seolah sengaja membuat Prabowo tak boleh unggul dalam survei elektabilitas lembaga survei. Selanjutnya, Muzani menyatakan, Prabowo juga tidak mendapat keberimbangan pemberitaan dari media-media mainstream.

"Kami merasakan di beberapa pemberitaan media dan headline itu semua menampilkan headline penguasa kegiatan penguasa petahana," kata Muzani.

Terkahir, kata Muzani, Prabowo juga lebih susah mendapatkan bantuan dana kampanye dari pengusaha. Kalaupun ada yang membantu, menurutnya, pun secara diam-diam. "Karena mereka mengatakan bahwa proyek kami dengan pemerintah APBN atau APBD terancam," kata Muzani.



Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya M. Ahsan Ridhoi
(tirto.id - Politik)

Reporter: M. Ahsan Ridhoi
Penulis: M. Ahsan Ridhoi
Editor: Alexander Haryanto
Dari Sejawat
Infografik Instagram