Sejarah & Tradisi Unik Perayaan Iduladha di Luar Negeri

Oleh: Sarah Rahma Agustin - 11 Agustus 2019
Dibaca Normal 2 menit
Beberapa negara di luar negeri memiliki sejarah dan tradisi perayaan Iduladha.
tirto.id - Iduladha--terkadang ditulis Idul Adha--disebut pula Idul Qurban atau Lebaran Haji, merupakan salah satu hari besar yang dirayakan umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Pada tahun ini, Iduladha jatuh pada Minggu (11/8/2019).

Perayaan Iduladha berawal dari sejarah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, peringatan hari raya ini memiliki tradisi unik di sejumlah negara luar negeri.

Hari Raya Iduladha diperingati setiap tanggal 10 Dzulhijjah dalam penanggalan Islam, atau tepat 70 hari setelah perayaan Hari Raya Idulfitri yang jatuh pada 1 Syawal. Yang khas dari Iduladha adalah penyembelihan hewan kurban untuk memperingati perintah Tuhan kepada Nabi Ibrahim yang menyembelih domba sebagai pengganti putranya, Ismail.

Di Indonesia, binatang kurban biasanya berupa sapi, kambing, atau kerbau. Di negara-negara lain, misalnya di kawasan Timur-Tengah, jenis hewan ternak berkaki empat lainnya seperti unta, domba, atau biri-biri juga biasa dijadikan kurban saat perayaan Iduladha.

Maroko

Dikutip dari Moroccoworldnews, warga Maroko biasanya menyembelih domba sebagai hewan kurban dan kemudian diolah untuk membuat masakan tradisional khas negara di Afrika bagian utara ini.

Orang Maroko akan memasak daging dari seluruh bagian domba. Ada hidangan khusus yang menggunakan kepala, ekor, usus, perut, kaki, bahkan otak hingga lemak.

Di hari pertama Iduladha, perut dan hati domba panggang menjadi pilihan bagi kebanyakan warga Maroko. Untuk sebagian orang, ini mungkin tampak aneh dan barangkali mengandung kolesterol tinggi, namun buat orang Maroko makanan jenis ini justru menjadi favorit.

Malam harinya, biasanya disajikan kepala atau daging bahu domba dengan berbagai jenis sayuran, termasuk bawang, zucchini (semacam timun), labu, wortel, kol, tomat, kohlrabi (semacam lobak), dan terkadang ubi jalar, buncis, serta cabai. Masakan ini disantap bersama couscous, yakni makanan utama bagi masyarakat Afrika Utara yang terbuat dari beras.


Memasuki Iduladha hari kedua, orang Maroko biasanya mengolah daging menjadi barbecue, serta salad dan mkhmar atau batbout, yakni roti berbentuk agak datar yang dimasak di dalam wajan.

Mrouzia juga merupakan salah satu hidangan khas Iduladha di Maroko. Makanan ini menggabungkan bahan-bahan manis, asin, dan pedas dalam sup.

Bagi penduduk Maroko, Iduladha juga menjadi momen liburan untuk saling berkumpul bersama keluarga dan saling berkunjung antar-tetangga untuk berbagi hidangan tradisional dengan bahan utama daging kurban.

Setiap Iduladha tiba, warga Maroko memakai pakaian tradisional yang paling bagus dan biasanya baru dibeli khusus untuk hari raya ini.

Inggris

Dilansir Timeanddate, Iduladha juga dirayakan oleh kaum muslimin di Inggris. Komunitas Islam di beberapa kota di negara ini biasanya menggelar pasar malam sebagai salah satu bentuk perayaan Iduladha dan dikunjungi oleh warga muslim di kota itu.

Di hari pertama, tentu saja umat Islam di Inggris menjalankan Salat Ied, serta ada pula yang kemudian menyembelih hewan kurban. Selain itu, di masjid-masjid juga diadakan studi atau kuliah singkat yang membahas tentang Islam, terutama budaya dan sejarah.

Untuk makanan khas Iduladha di Inggris, daging kurban, bisa sapi atau kambing, biasanya diolah menjadi makanan bercitarasa gurih. Dapat juga tergantung dari tradisi masing-masing keluarga muslim di Inggris, terutama bagi warga peranakan berdarah Timur-Tengah, Afrika Utara, Asia Selatan, atau Turki, misalnya.

Setidaknya 4,8 persen dari total populasi penduduk Inggris adalah warga muslim. Islam merupakan agama terbesar kedua di Inggris, kendati terpaut selisih yang besar dari jumlah penganut Kristen dan mereka yang tidak memeluk agama apapun.


India

Umat muslim di India memang diperbolehkan menyembelih sapi saat Iduladha. Namun, untuk menghargai warga Hindu yang sebagian menganggap sapi, lembu, atau kerbau sebagai hewan suci, para ulama Islam dan kelompok-kelompok muslim di India menyarankan agar menyembelih jenis binatang kurban lainnya, semisal kambing.

“Untuk menjaga perdamaian, umat Islam harus menghentikan pemotongan hewan kurban sapi, lembu, dan kerbau selama Iduladha,” ucap cendekiawan Islam di India, Syed Hussain Madani, kepada VOA.

“Itu akan menjaga perasaan warga Hindu, membantu menumbuhkan kerukunan, dan mengirim pesan yang baik tentang Islam dan ajaran yang damai dan cinta kepada non-muslim,” tambahnya.

Salah satu hidangan khas Iduladha di India adalah nalli nihari yang berbahan daging dan dimasak cukup lama dengan berbagai macam jenis rempah-rempah. Dikutip dari Gotravelly, nalli nihari biasanya disajikan bersama sayuran segar dan daun ketumbar.


Bangladesh

Dikutip dari Humanappeal, Iduladha di Bangladesh disebut dengan istilah Kurbanir Eid atau Bakri Eid. Sebulan sebelum perayaan dimulai, berbagai toko kain, pakaian, oleh-oleh, makanan, dan lainnya sudah bersiap untuk menyambut hari raya ini. Biasanya, saat Iduladha, banyak orang Bangladesh yang berbelanja sebelum bertemu dengan kerabat dan sanak-saudara.

Pakistan

Masyarakat Pakistan merayakan Iduladha selama 4 hari. Sepanjang perayaan ini, toko-toko disarankan untuk tutup karena orang-orang menghabiskan hari dengan berdoa dan menyembelih hewan kurban, demikian dilaporkan Humanappeal.

Seperti di Indonesia, daging hewan korban kemudian dibagi-bagikan kepada saudara, kerabat, teman, atau mereka yang membutuhkan. Perayaan Iduladha di Pakistan juga diramaikan dengan acara kumpul keluarga untuk saling berbagi makanan dan bertukar hadiah.

Baca juga artikel terkait IDUL ADHA atau tulisan menarik lainnya Sarah Rahma Agustin
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Iswara N Raditya
DarkLight